Sudaryanto



Sudaryanto

Dr. Sudaryanto lahir di Sala, 14 Mei 1944. Putra dari pasangan Ibu Wagiyem dan Bapak R. Kamil Sunoto Wiryosuharto itu merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara. Pendidikan SR—SMA ia selesaikan di kota Sala dan Surakarta, masing-masing SR Kristen Gilingan, Sala, lulus tahun 1956; SMP Kristen I, Banjarsari, Surakarta, lulus tahun 1959; dan SMAN II, Margayudan, Surakarta, lulus tahun 1962. Sesudah lulus SMA, Sudaryanto memilih Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikan dan pencariannya. Ia melanjutkan kuliah  di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Kebudajaan, Universitas Gadjah Mada, lulus B.A. tahun 1965 dengan skripsi berjudul “Konstruksi Frase Endosentrik dalam Bahasa Indonesia”; lulus doktorandus dari universitas yang sama pada tahun 1969 dengan tesis berjudul “Perihal Kata dalam Bahasa Indonesia: Penentuannya, Penjenisannya, dan Jenisnya”. Jenjang pendidikan formal tertinggi, yaitu doktor, ia raih pada tahun 1979, juga dari universitas yang sama, melalui disertasi berjudul “Keselarasan Horizontal dan Vertikal Pola Urutan Predikat-Objek dalam Bahasa Indonesia”. Sebagai doktor lulusan UGM, Sudaryanto merupakan lulusan yang ke-25. Yang juga membanggakan adalah kelulusannya itu ia raih dengan predikat cum laude.

     Dalam menjalani kehidupan bersama istri tercinta, Sri Mei Yuwati Astutiningsih, Sudaryanto dikaruniai 5 anak: 2 perempuan dan 3 laki-laki. Dua anak perempuan mereka adalah (1) Muncar Tyas Palupi, M.Hum. dan (2) Sekar Tyas Nareswari, S.E. Tiga anak laki-laki mereka adalah (1) Kristides Yudoko, S.Sn., (2) Haryo Dimasto Kristiyanto, S.S., dan (3) Adimas Kristiadi, S.T. Selain lima anak, Sudaryanto juga dikaruniai dua cucu, yaitu Carla Audina Galeshita Luh Kinasih dan Gremonia Tarari Zanetta Kamila. Bersama keluarga, saat ini Sudaryanto memilih rumah di Perumahan Jombor Baru Blok VI No15, Mlati, Yogyakarta 55285, sebagai tempat tinggal.

     Sebagai ilmuwan, Sudaryanto, memiliki minat keilmuan yang tidak terlalu sempit. Minat itu mencakupi (1) linguistik dalam kaitan dengan sintaksis, tipologi dan kesemestaan bahasa, teori linguistik, metode linguistik, leksikografi bahasa Jawa/daerah, dan hiposemantik Jawa; (2) semiotika, khususnya yang berkenaan dengn ikonisitas verbal; (3) pemrosesan direktori dan profil.

    Sebagai lulusan Fakultas Sastra dan Kebudayaan, UGM, Sudaryanto juga mengajar di fakultas yang sama. Ia menjadi dosen S-1 untuk mata kuliah Pengantar Linguistik, Seminar Linguistik, Bahasa Indonesia, dan Teknik Penulisan Ilmiah  (1970—1998) serta dosen S-2 di PPs (program pasca) UGM, Program Studi Sastra Indonesia dan Jawa, untuk mata kuliah Metode Linguistik dan Deskripsi Bahasa (1981—1998).

    Selain mengajar di Fakultas Sastra, UGM, Sudaryanto juga aktif mengajar di berbagai perguruan tinggi, antara lain, sebagai dosen S-2 dan S-3 di PPs UNS, Surakarta, Program Studi Linguistik, untuk mata kuliah Metode Linguistik, Teori Linguistik, Tipologi dan Kesemestaan Bahasa, dan Kapita Selekta (1999—2012),  dosen S-2 di PPs Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Program Studi Ilmu Religi dan Budaya, untuk mata kuliah Semiotika (2000—2003), dosen S-2 di PPs Unnes, Semarang, Program Studi Pendidikan Bahasa, untuk mata kuliah Teori Linguistik dan Metode Penelitian Bahasa (2003—2007), dosen S-2 di PPs Undip, Semarang, Program Studi Linguistik, untuk mata kuliah Teori Linguistik dan Semiotik (2005—2012), dosen S-2 di PPs Unwidha, Klaten, Program Studi Pendidikan Bahasa, untuk mata kuliah Filsafat Ilmu, Semiotika, Teori Linguistik, dan Seminar Ilmiah, (2006). Selain itu, ia menjadi pembimbing peserta Program Doktor Unnes, Semarang, (2006).

     Kegiatan lain yang juga banyak dilakukan oleh Sudaryanto ialah berorganisasi, baik di lembaga pendidikan tinggi, lembaga sosial keagamaan, lembaga penerbitan, maupun lembaga swadaya masyarakat. Oleh karena itu, banyak jabatan yang ia sandang dalam aktivitas tersebut. Beberapa, di antaranya, adalah Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa, PPs Unwidha, Klaten, (2006—sekarang), Ketua Lembaga Kajian Budaya Jawa, Sinode GKJ Salatiga, (2006—sekarang), editor pakar jurnal Bahasa, PPs UNS, Surakarta, (2001—sekarang), staf ahli majalah Transformatika, Universitas Tidar Magelang, Magelang, (1995), staf ahli majalah Linguistika, Universitas Udayana, Denpasar, (1997), Ketua Yayasan Pembina Dosen Bahasa dan Sastra Ekalawya, Magelang, (1990), Ketua II Yayasan Studi Bahasa Jawa Kanthil, Semarang, (1992),  Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan UKS, Surakarta, (1998—2001), Ketua Yayasan PTK Dutawacana, Yogyakarta, (1990—1996), Ketua Pengarah Kongres Bahasa Jawa I, Semarang, Jateng, (1990—1991), anggota Panitia Pengarah Kongres Bahasa Jawa II, Malang, Jatim, (1995—1996), Ketua Panitia Pengarah Kongres Bahasa Jawa III, Yogyakarta, DIY, (2000—2001),. Ketua Kelompok Tenaga Teknis Badan Pekerja Kongres (BPK) Bahasa Jawa, Dinas Kebudayaan, Pemda Tk. I, Provinsi DIY, Yogyakarta, (1998—2001), anggota Panitia Pengarah Kongres Bahasa Jawa IV, Semarang, (2005—2006), Panitia Pengarah Kongres Bahasa Jawa V, Surabaya, (2010—2011), Ketua Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI), Komisariat UGM, Yogyakarta, (1975—1993) dan Penasihat PIBSI I—XXXIV antar-PT se-Jateng DIY, (1979—2012).

     Selain itu, ia juga pernah menduduki jabatan struktural, yaitu Ketua Jurusan Sastra Prancis, Fakultas Sastra dan Kebudayaan,  UGM, Yogyakarta, (1983—1986) dan Kepala Balai Penelitian Bahasa Yogyakarta (1987—1991).

     Keterlibatan Sudaryanto dalam berbagai aktivitas dan organisasi tidak semuanya sekadar sebagai peserta. Dalam keterlibatannya itu, banyak peran yang lebih dalam fungsi keperintisan, misalnya selaku pendiri MLI bersama Dr. Ign. Suharno dan Dr. Samsuri pada 15 November 1975 di Bandung, pencetus pertemuan tahunan PIBSI se-Jateng dan DIY bersama Syafei Sulaiman (IKIP Yogyakarta), R.I. Mulyanto (UNS), dan M. Sudjati (Undip) pada 26 Februari 1979 di Semarang, pendorong berdirinya S-2 Program Studi Sastra Indonesia dan Jawa, UGM, Yogyakarta, bersama Prof. Dra. Hj. Siti Baroroh Baried, Prof. Drs. M. Ramlan, dan Dr. Sulastin Sutrisno, (1981), pendorong berdirinya S-2 Program Studi Linguistik, UGM, Yogyakarta, bersama Prof. Drs. M. Ramlan (1985), pendiri Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta, bersama tokoh Kristen di Yogyakarta pada 2 Mei 1985, pendiri Dutawacana University Press, Yogyakarta, bersama Dr. Yudhowibowo Purwowidagdo dan Drs. H.J. Koesoemanto pada 1 Agustus 1989, pendiri Yayasan Ekalawya bersama 13 rekan dosen dari universitas di wilayah Jawa Tengah dan DIY pada 29 September 1990, pencetus Kongres Bahasa Jawa bersama Drs. Sutadi (Bappeda Tk. I Provinsi Jateng) di Semarang pada 15 Juli 1991, pendiri Yayasan Kanthil bersama Letjen H. Ismail, Drs. Soetomo W.E., Prof. Drs. Sardanto Tjokrowinoto, dan Dr. Darusuprapta pada 15 Juli 1992 di Semarang, dan pendorong berdirinya Universitas Kristen Surakarta bersama Mayjen (Purnawirawan) Drs. A.A. Soegijo dan tokoh Kristen Surakarta pada 18 Juni 1996.

     Dari berbagai identitas yang dapat disandangkan pada sosok Sudaryanto, satu yang sangat menonjol, yaitu semangat keilmuwanannya. Semangat itu dibuktikan dengan puluhan karya yang dihasilkan, baik dalam bentuk buku, artikel, makalah, maupun kertas kerja. Karyanya itu berupa karya pribadi dan karya tim. Sebagian merupakan hasil penggalian; sebagian merupakan terjemahan; sebagian yang lain merupakan pengkritisan atas pendapat dan teori yang ada. Karyanya itu adalah sebagai berikut.

KARYA:

a. Buku

      1. Cerdas Menulis Karya Ilmiah (Kepel Press, Yogyakarta, 2009)

2.  Semiotik terjemahan dari “Semiotics” karya S.E. Larson dalam The Encyclopedia of Language and Linguistik (Program Pascasarjana Universitas Widya Dharma dan Yayasan Ekalawya, 2009)

3. Kamus Pepak Bahasa Jawa (Tim) (Badan Pekerja Kongres Bahasa Jawa, Pemda DIY, 2001)

4. Linguistik: Identitasnya, Cara Penanganannya Objeknya, dan Hasil Kajiannya (Dutawacana University Press, Yogyakarta, 1996)

5. Predikat Objek: Keselarasan Pola Urutan, Seri ILDEP (Djambatan, Jakarta, 1994)

6.  Diatesis dalam Bahasa Jawa (Ketua Tim) (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Jakarta 1991)

7. Tata Bahasa Baku Bahasa Jawa (Tim) (Dutawacana University Press, Yogyakarta. 1991)

8. Metode Linguistik: Ke Arah Memahami Metode Linguistik (Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, 1992)

9.   Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis (Dutawacana University Press, Yogyakarta, 1993)

10. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Anggota Tim) (Balai Pustaka, Jakarta, 1988)

11. Linguistik: Esai tentang Bahasa dan Pengantar ke dalam Ilmu Bahasa (Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, 1985)

b. Artikel

       1. “Dari Fenomen Semiosis sampai dengan Teks Lingual dalam Konteks Penelitian Ilmiah” dalam Dari Menapak Jejak Kata Sampai Menyigi Tatabahasa (Universitas Atmajaya, Jakarta, 2012)

      2. “Basa lan Krama: Ndhudhahi Maknanipun” dalam Serba-Serbi di Sekitar Kehidupan Orang Jawa (Taman Pustaka Kristen, Yogyakarta, 2012)

3.   “Metode dan Aneka Teknik Pengumpulan Data dalam Rangka Linguistik” dalam Bahasa-Sastra-Budaya: Ratna Manikam Untaian Persembahan kepada Prof. Dr. P.J. Zoetmoelder S.J. (Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, 1990)

4. “Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia: Sejarah Kehadirannya dan Pilihan Sikap Penyambutannya” (BASIS, Oktober 1990)

5. “Perkembangan Tipologi Bahasa: Tinjauan Selayang Pandang” (PELLBA 2, Unika Atma Atma Jaya, Jakarta, 1989)

6. “Beberapa Catatan mengenai Pemerian Kalimat Bahasa Indonesia” (Seminar Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Jakarta, 1988)

7. “Sekitar Usaha Pencarian Semestaan Bahasa” terjemahan dari “Preface” pada Universal of Human Language, Vol. 1, suntingan Joseph H. Greenberg, 1978 (Bacaan Linguistik No. 21, MLI Komisariat UGM, Yogyakarta, September, 1982)

8. “Teori-Teori Linguistik tentang Tanah Asal Bahasa Austronesia” terjemahan dari “Linguistics Theory about the Austronesian Homeland” karya J.C. Anceaux dalam Bijdragen tot de taal-, land-, en volkenkunde, Deel 121, 1965 (Bacaan Linguistik No 4, MLI Komisariat UGM, Yogyakarta, Januari, 1981)

Penghargaan

1. Lifetime Deputy Governor pada ABIRA Raleigh, North Carolina, USA, (1994)

2. Penerima Honorary Advisor dari American Biographical Institute Research (ABIRA) Raleigh, North Carolina, USA, (1996)

3. Penerima beasiswa Program Doktor dari Yayasan Ford (1975—1977)

4. Hadiah ulang tahun ke-65 sekaligus peringatan 30 tahun sebagai doktor linguistik dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 2009 (berupa Antologi Peneroka Hakikat Bahasa: Karangan Muhibah untuk Sudaryanto)

    Sudaryanto memang seorang ilmuwan. Namun, ketika mempersuasi, bahasanya tidak ubahnya gaya seorang sastrawan. Berikut sepenggal contoh keunikan itu.

“Jadi, sekali lagi: carilah sungguh-sungguh; pasti Anda tidak akan kekurangan ide. Anda akan kaya dengan gagasan-gagasan. Anda akan berkelimpahan dengan konsep. ... Dengan mencari, Anda akan mendapatkan. Jangan patah. Dengan sungguh-sungguh mencari, pasti Anda akhirnya menemukan, yakinlah!”