Yayah B. M. Lumintaintang



Yayah B. M. Lumintaintang

Yayah B.M. Lumintaintang atau lengkapnya Yayah Bachria Mugnisjah Lumintaintang adalah seorang pakar bahasa di bidang Sosiolinguistik. Ia lahir di Cikampek, pada tanggal 9 Maret 1944 dari pasangan H. Abdul Mugnie dan Hj. Siti Aisjah. Pada tahun 1970, Yayah menikah dengan M. Rudy Lumintaintang, pemuda asal Manado. Mereka dikaruniai sepasang anak yang bernama Yan-Yan Yanlein Meilana (sarjana ekonomi, 32 tahun) dan In-In Meilina (sutradara muda, 22 tahun). Pada tahun 2000, pasangan Yayah dan Rudy Lumintaintang berangkat ke Mekkah untuk melengkapi kehidupan rohaninya, menunaikan ibadah haji.

Yayah memulai pendidikan formalnya di kota kelahirannya, Cikampek. Ia masuk ke Sekolah Rakyat Negeri (pagi) dan Madrasah Ibtidaijah Jamijjatul Falaah (sore); tamat dari kedua sekolah itu pada tahun 1956. Ia melanjutkan sekolahnya ke SGB Negeri Cikampek (1959) dan SGA Negeri Purwakarta (1962). Lalu, Yayah berangkat ke kota Bandung dan kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Padjadjaran. Di sinilah awalnya, Yayah mulai mendalami ilmu yang berkaitan dengan bahasa dan sastra dengan serius. Yayah lulus dan menyandang gelar doktoranda pada tahun 1970 dengan skripsi berjudul “Tinjauan Morfologis atas Kata-Kata Indonesia yang Dipengaruhi Bahasa Belanda”. Ketika kuliah, Yayah juga menyambi mengajar di SMP dan SMA Ampera Bandung (1966—1970) sebagai guru Bahasa Indonesia (ia juga termasuk salah seorang pendiri yayasan sekolah tersebut). Pada tahun 1978, setelah melewati penataran bertahap tingkat nasional di bidang sosiolinguistik selama lima tahun, ia berhasil meraih “Lima Peserta Terbaik” yang mengantarnya mengikuti Post Graduate Training Programme for General Austronesian Linguistics di Universitas Leiden, Belanda. Tahapan itulah yang mengantarkan Yayah pada tahun 1990 memperoleh gelar doktor Ilmu-Ilmu Sastra (bidang Sosiolinguistik), dari Universitas Indonesia, dengan disertasinya yang berjudul “Pola Pemakaian Bahasa dalam Perkawinan Campuran Jawa-Sunda di DKI Jakarta: Kasus Karyawan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia”.

Yayah memulai kariernya pada tahun 1970 melalui Lembaga Bahasa Nasional/LBN, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan/PDK (yang kemudian menjadi Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, dan kini bernama Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional). Mula-mula ia menjadi staf biasa di Bidang Bahasa Indonesia dan Daerah, lalu menjadi Kepala Kelompok Kerja Pembinaan dan Pengembangan Bahasa di Bidang Pengembangan Bahasa Indonesia dan Daerah (1985—1990), dan menjadi Kepala Bidang (Penelitian) Bahasa Indonesia dan Daerah (1992—2000). Yayah juga telah memperoleh penghargaan Certificate Career Woman Award 2002 dari Yayasan Anugerah Prestasi Indonesia (tahun 2002) dan Satyalancana Karya Satya XX Tahun dari Presiden Republik Indonesia (2004). Kini, ia menjadi tenaga fungsional peneliti di Pusat Bahasa dengan pangkat Ahli Peneliti Utama (A.P.U.).

Pengalamannya menggali dan mengamalkan ilmunya sudah sangat banyak dan dalam berbagai variasi pula. Misalnya, ia pernah mengikuti kursus intensif Bahasa Belanda di Fakultas Sastra, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (Februari—April 1997) dan di Universitas Indonesia (Mei 1977); kursus Dialektologi dari Prof. Dr. Bern Nothofer (Juli—Desember 1985); Qualitative Method dari Prof. Dr. Sidney (1987); kursus Statistik dari Drs. Sjamsuddin R. Endah, M.A. (Februari—Mei 1989); dan kursus Bahasa Inggris dari Prof. Dr. Bryan Smith (1995).

Lalu, ia pernah menjadi salah seorang pengasuh, penyaji, penulis, dan pembimbing penulisan naskah Siaran Pembinaan Bahasa Indonesia di TVRI dan di RRI (1975—2000); juri lirik lagu “Sepuluh Tembang Tercantik” Radio Prambors Rassisonia (1980—1982); penatar pada penyegaran bahasa tutur untuk reporter, presenter, editor, produser, pemimpin redaksi Liputan 6 (2003) dan Buser SCTV (2004); pengasuh dan penulis rubrik “Bahasa Kita” di surat kabar Republika; juri Lomba Pariwara Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pengusaha Periklanan Indonesia (1995—2000); penyuluh/juri Lomba Pidato/Surat Dinas untuk organisasi Kowani, Perwari, HWK, dan Dharma Wanita (1984—2000), penceramah/pembicara/pelatih tentang Bahasa Indonesia dalam Technical Report Writing Course untuk diklat PT Jasa Marga, Pertamina, PT Muladaya Adipratama, PT Kalimanis, PT Humanindo, PT Pilar, PT Ashahi Mas, dan PT Jenilu.

Ia juga pernah menjadi saksi ahli (bahasa) untuk beberapa kasus di pengadilan. Menulis serta menyunting buku Istana Kepresidenan Jakarta, Istana kepresidenan Bogor (berikut Pesanggrahan Tenjoresmi), Istana Kepresidenan Cipanas, Istana Kepresidenan Yogyakarta, dan Istana Kepresidenan Tampaksiring (Bali) di bidang seni dan budaya, Istana Negara Republik Indonesia (2003) dan menyunting naskah “Koleksi Benda Seni Istana Kepresidenan Republik Indonesia” (2004); di samping masih tetap menjadi penyuluh “Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Keprotokolan” di Departemen Dalam Negeri (sejak tahun 1990), salah seorang Anggota Dewan Pakar di Lembaga Pers Dr. Sutomo/LPDS (sejak tahun 2003), Pendamping Bahasa di DPR/MPR RI (sejak tahun 1980), penulis modul serta pendedah/exposure, juga pengajar pada Kursus Keterampilan Komunikasi Tulis: Surat Dinas dan Laporan Teknis (sejak tahun 1990), penyuluh bahasa Indonesia di berbagai instansi pemerintah dan swasta di Indonesia (sejak tahun 1980), dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (sejak tahun 2003), dan dosen di Fakultas Sastra dan Fakultas Hukum, Universitas Nasional, Jakarta (sejak tahun 2003).

KARYA:

Sepanjang kariernya, Yayah telah menghasilkan ratusan karya tulis yang berupa hasil penelitian, penyususnan, dan makalah yang disajikan pada berbagai pertemuan ilmiah, seperti seminar, konferensi, lokakarya, kongres, dan siaran radio/televisi.

Berikut ini adalah sebagian dari hasil karyanya.

A. Hasil Penelitian dan Penyusunan

1. “Pola Pemakaian Bahasa dalam Perkawinan Campuran Jawa-Sunda di DKI Jakarta” Disertasi. Universitas Indonesia. 1990.

2. “Kualitas Bahasa Indonesia dalam Karya Ilmiah”. Jakarta: Pusat Bahasa. 2003.

3. “Pedoman Penyuntingan Karya Ilmiah”. Jakarta: Pusat Bahasa. 2002.

4. “Fenomena Alih Kode dalam Wacana Peradilan DKI Jakarta”. Jakarta: Pusat bahasa. 2001.

5. “Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Ranah Administrasi Perkantoran: Surat Menyurat Kedinasan” (Tim).Jakarta: Pusat Bahasa. 2001.

6. “Kendala Situasional dalam Pemakaian Bentuk Sangkal Bahasa Indonesia di Ranah Peradilan”. Jakarta: Pusat Bahasa. 2000.

7. “Tata Bahasa Sekolah (SMU)". (Tim). Jakarta: Pusat Bahasa. 2000

8. “Mutu Laras Bahasa Hukum: Produk Perundang-Undangan Tahun 1993—1999”. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1999.

9. “Majas dalam Wacana Politik: Kasus Pemakaian Bahasa dalam Kampanye Pemilu 1997". Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Depdikbud (1998)”

10. Bahasa Indonesia Ragam Lisan Fungsional: Bentuk dan Pilihan Kata. (TIM). Jakarta: Departemen Pendidikan dan kebudayaan. 1997.

11. “Bahasa Indonesia dalam Pers Kita”. Dalam Buku PWI DKI Jakarta: Anugrah M.H. Thamrin. Jakarta: PWI DKI Jakarta. 1997.

12. “Alih Kode Metamorfosis dalam Bahasa Indonesia Lisan Pemuka Masyarakat di Jakarta”. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Depdikbud (1997)

13. “Interferensi Sintaksis dalam Pemakaian Bahasa Anak Keluarga Perkawinan Campuran Jawa-Sunda di DKI Jakarta” Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1987

14. “Bahasa Indonesia Ragam Tulis Fungsional: Pola Kalimat”. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1980

15. Pemakaian Bahasa Indonesia dan Dialek Jakarta Murid SMU di DKI Jakarta. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1978.

B. Makalah Seminar/Kongres dan Makalah Bahan Penyuluhan

1. “Durasi dan Derajat Kebakuan Bahasa Indonesia dalam Wacana Tutur Media Cetak Elektronik Televisi: Kasus Liputan 6 SCTV”. Makalah yang dimuat dalam Menabur Benih Menuai Kasih: Persembahan Karya Bahasa, Sosial dan Budaya untuk Anton M. Moeliono pada Ulang Tahunnya yang Ke-75. Yayasan Obor Indonesia: Jakarta. 2004

2. “Strategi Penyuluhan Pemakaian Bahasa dalam Surat Dinas, Laporan Teknis, dan Pidato”. Bahan Penyuluhan untuk Penataran Calon Penyuluh Bahasa Indonesia di Balai Bahasa Medan. (Februari 2004)

3. “Derajat Kebakuan Bahasa Indonesia dalam Media Massa Elektronik: Kasus SCTV: Liputan 6”. Kertas Kerja untuk Kongres Linguistik Tahunan (KOLITA) 2”. Yang Diselenggarakan oleh Unika Atmajaya yang Bekerja Sama dengan Masyarakat Linguistik Indonesia/MLI. (Februari 2004)

4. “Berbicara dan Menulis yang Efektif”. Makalah untuk Peserta Pelatihan Dasar-Dasar Analisis di Lingkungan Badan Intelijen Negara (BIN). (Juni 2003).

5. “Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Karya Ilmiah: Kasus Buku Terbitan Balitbang dan Penyuntingan Karya Ilmiah”. Bahan Ceramah untuk Pertemuan I Editor Balitbang, Depdiknas, (Mei 2003)

6. “Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Majalah Ilmiah: Kasus Majalah Iptek Produk BPTP Sukamandi". Makalah untuk Pertemuan dengan Peserta Pelatihan Badan Penelitian Tanaman Padi Sukamandi. (Maret 2003)

7. “Alih Kode BI—Non-BI dan Sebaliknya pada Pemakaian Bahasa di Peradilan DKI Jakarta”. Makalah dalam Kolita I, Universitas Atmajaya. (April 2003)

8. “Kadar Kebakuan Laras Bahasa Jurnalistik”. Makalah untuk Pelatihan Jurnalistik. Dewan Pers Nasional. Jakarta dan di Palembang. (Februari 2002 dan Oktober, 2003)

9. “Garis Haluan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia dan Daerah setelah Otonomi Daerah”. Seminar Sehari dalam Rangka Bulan Bahasa 2002 di Perguruan Attarbiyyah, Sukabumi. (Oktober 2002).

10. “Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kedua”. Bahan Ceramah untuk Guru SD Terpencil. Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah. (November 2002).

11. “Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dalam Semangat Multikultur”. Makalah dalam Seminar HPBI di Samarinda. (Oktober 2002)

12. “Bahasa Indonesia dalam Penulisan Karya Ilmiah: Kasus Terbitan LIPI” Makalah Ceramah untuk Semiloka Kiat Menulis Karya Ilmiah bagi Pustakawan dan Profesi Lainnya. YASMIN, PDIP-LIPI. (Maret 2001)

13. “Penyuntingan Karya Tulis Ilmiah” Makalah Ceramah untuk Semiloka Kiat Menulis Karya Ilmiah bagi Pustakawan dan Profesi Lainnya. YASMIN, PDIP-LIPI. (Maret 2001)

14. “Pemakaian Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar dalam Keprotokolan”. Makalah Ceramah untuk Diklat Pelatihan Teknis Keprotokolan di Departemen Dalam Negeri RI. (1998)