Faruk



Faruk

Prof. Dr. Faruk dilahirkan di Banjarmasin pada tanggal 10 Februari 1957.   Pendidikannya mulai sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah atas ia selesaikan di kota kelahirannnya, Banjarmasin. Tempat sekolahnya masing-masing di SD Swadesi (lulus tahun 1969), SMP Seroja (lulus tahun 1972), dan SMAN 1 (lulus tahun 1975). Setelah lulus SMA, ia meninggalkan kota kelahirannya menuju Yogyakarta untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Sastra dan Kebudayaan, UGM, dan lulus tahun 1981. Tahun 1985 ia melanjutkan program S-2 di Fakultas Pascasarjana Universitas Gadjah Mada dan lulus tahun 1988. Kemudian, ia melanjutkan program S-3 juga  di Fakultas Pascasarjana Universitas Gadjah Mada   dan lulus tahun 1994.

Pengalamannya sebagai dosen dimulai dengan tugasnya sebagai asisten ahli madya di Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM, tahun 1983--1985.  Pada tahun 1986—sampai sekarang ia menjadi dosen di Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM. Ia diangkat menjadi Guru Besar di Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM, tahun 2009.

Selain menjadi dosen di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM, Faruk juga pernah mengajar di Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korena Selatan (2007—2009) serta aktif melakukan penelitian (1998—2009). Faruk juga sering tampil sebagai pemakalah, narasumber, dan penanggap dalam kegiatan ilmiah, baik bahasa, sastra, maupun budaya.

Jabatan yang pernah diembannya pejabat sementara Kepala Pusat Studi Kebudayaan, UGM (2000—20001), Kepala Pusat Studi  Kebudayaan, UGM  (2001—2003),  pejabat sementara Kepala Pusat Studi Kebudayaan, UGM (2003—2005), dan Kepala Program Studi Ilmu Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, UGM (2011—sekarang).

Faruk menikah dengan Sri Purwiyati (1984) dan dikaruniai dua orang anak, Widya Paramita (1986) dan Dea Karya Adyani (1989). 

 

KARYA:

a. Buku

  1. Pengantar Sosiologi Sastra (edisi revisi) ( Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 210)
  2. Belenggu Pasca-Kolonial: Hegemoni  dan Resistensi dalam Sastra Indonesia (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007)
  3. Pengantar Sosiologi Sastra (Yogyakarta: Pustaka Pelajar)
  4. Hanya Inul (Yogyakarta: Penerbit Galang)
  5.  Novel-Novel Indonesia Tradisi Balai Pustaka  (Yogyakarta: Gama Media,2002
  6. Beyond Imagination: Sastra Mutakhir dan Ideologi (Yogyakarta: Gama Media,2001)
  7. “The Power of Letter”. In Action and Reflection: Experiences of Globalitation in Asia. Tokyo:International House of Japan and Japan Foundation Asia Center
  8. Women-Womeni Lupus (Yogyakarta: Indonesia Tera, 2000)
  9. Kritik Sastra Tionghoa: Persoalan Etnis dan Ras (Yogyakarta: Indonesia Tera)
  10. Hilangnya Pesona Dunia: Siti Nurbaya, Budaya Minang, dan Struktur Sosial   Kolonial (Yogyakarta: Yayasan untuk Indonesia, 19999)
  11. “Harga Sebuah Kepekaan dan Suara Sang Lain”. Pengantar untuk Dirdjosanjoto. Memelihara Umat: Kyai Pesantren-Kyai Langgar di Jawa. Yogyakarta: Lkis
  12. Pengalaman, Kesaksian, dan Refleksi kehidupan Mahasiswa di Yogyakarta: Hasil Penelitian tentang Hubungan Antaretnis dan Antariman di Kalangan Mahasiswa di Yogyakarta (Yogyakarta: Interfidei)

b. Penelitian

  1. “Pengaruh Epik India terhadap Wayang Kulit Jawa” , Hankuk University of Foreign Studies,  2008—2009 (penelitian mandiri)
  2. “Postcolonial Condition of Indonesian Novels”, The Toyota Foundation, 2003—2005 (penelitian mandiri) 
  3. “Perkembangan Wayang Kulit Jawa”,Pusat Studi Kebudayaan UGM bekerja sama dengan The Toyota Foundation, 1998—2001 (penelitian mandiri)
  4. “Pemetaan Sosial Kawasan Industri Jababeka, Pusat Studi Kebudayaan UGM bekerja sama dengan Pengelola Kawasan Industri Jababeka, 2000—2001 (penelitian kolektif)

c. Makalah dan Artikel

  1. “Nasionalisme Puitis dan Budaya Konsumen” (Seminar di Jember, 2011)
  2. “Masyarakat dan Metode Pengajaran yang Termultimediakan: Peluang dan Risikonya bagi Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia” (Seminar di Palembang, 2011)
  3. “Kemungkinan-Kemungkinan Strategis Kebudayaan Banjar” (Kongres Kebudayaan Banjar, Banjarmasin, 2010).
  4. “Kontradiksi, Ironi, dan Keterbatasan Manusia Postmodern di Indonesia: Bacaan Apresiatif-
  5. Kritis terhadap Cala Ibi karya Nukila Amal”. Dalam Ibda’: Jurnal Studi Islamdan Budaya. Purwokerto: Sekolah Tinggi Islam Negeri Purwokerto, 2004
  6. “Remajinasi Kebangsaan dan Negara Bangsa serta Peran Seni di dalamnya”. DalamAtmosudiro, dkk.  Mempertanyakan Jati Diri Bangsa (Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

 

Faruk kini tinggal bersama keluarganya yang beralamat di

            Perumahan Sukoharjo Blok E 55, Ngaglik

            Sleman, Yogyakarta

email    : faruk psk @yahoo.com