Kata blusukan secara etimologi berasal dari bahasa Jawa, dari kata dasar blusuk ‘masuk’ dan akhiran –an (afiks verba) yang berarti ‘masuk-masuk ke tempat tertentu untuk mengetahui sesuatu’. Dalam bahasa Jawa blusukan merupakan verba, seperti dolanan ‘bermain’, sarungan ‘memakai sarung’, dan oyak-oyakan ‘kejar-kejaran’. Kalau dibandingkan dengan bahasa Indonesia, afiks –an pada umumnya membentuk kata benda dan berarti ‘hasil’ atau yang di-‘, misalnya, arahan ‘hasil mengarahkan atau yang dijadikan arah’, rujukan ‘yang dirujuk’, pimpinan ‘hasil memimpin’, dan suruhan ‘yang disuruh’. Jadi, kata blusukan diserap ke dalam bahasa Indonesia secara utuh.