Musyawarah Sekretariat Majelis Sastra Asia Tenggara

Musyawarah Sekretariat Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) dibuka pada hari Kamis malam, 27 Juli 2006 di Hotel Parama, Cisarua, Bogor. Delegasi ketiga negara peserta (Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia), hadir dengan pemimpin masing-masing, yaitu Dr. Mataim bin Bakar (Brunei Darussalam), Dato’ Dr. Firdaus Haji Abdullah (Malaysia), dan Dr. Dendy Sugono (Indonesia). Musyawarah yang berlangsung hingga tanggal 29 Juli 2006 ini membahas beberapa hal dan kegiatan, dengan sumber rujukan, antara lain Laporan Sidang ke-11 Mastera 2006 yang sudah berlangsung di Brunei Darussalam, Laporan Musyawarah Sekretariat Mastera di Yogyakarta tahun 2005, Laporan Pertemuan Pamasi tanggal 25—26 Juli 2006, Laporan Mastera Malaysia 2006, serta Laporan Mastera Brunei Darussalam 2006. Sedangkan agenda kerja yang dibahas dalam musyawarah kali ini antara lain Rancangan Seri Kuliah Kesastraan Bandingan XI yang di laksanakan di Manado pada tanggal 14 Agustus 2006, Rancangan Program Penulisan Mastera Puisi yang akan di laksanakan di Batam pada tanggal 9--14 Juli 2007, Rancangan Pemberian Penghargaan kepada Tokoh Sastrawan yang sudah meninggal, Rancangan Hadiah Sastra Mastera, Rancangan Penyusunan Antologi Cerpen bertema Nasionalisme, dan Rancangan Inventarisasi Perkembangan Kepengarangan Program Penulisan Mastera. Sidang I dimulai pada hari kedua dengan membahas pokok-pokok persidangan antara lain Sidang dan Seminar Kebahasaan dan Kesastraan ke-12 Mastera yang rencananya akan diadakan di Serawak Malaysia, bulan Maret 2007, Brunei dan Malaysia berencana mengirimkan 3 orang pemakalah sedangkan Indonesia akan mengirimkan 2 orang pemakalah serta Kuliah Kesastraan Bandingan X dan XI. Sidang II membahas pokok-pokok persidangan antara lain Persidangan Pengajaran dan Pembelajaran Sastra Serantau, Memperkenalkan Tokoh Sastrawan Serantau ke Sekolah, Program Penulisan Mastera: Novel di Tugu, Bogor 2--6 Agustus 2006, Program Penulisan Mastera Puisi tahun 2007 di Batam. Sidang III membahas pokok-pokok persidangan antara lain Lembaran Sisipan Mastera, Jurnal Pangsura, Anugerah Sastra Mastera tahun 2008 di Brunei Darussalam, Hadiah Sastra Mastera tahun 2007 di Malaysia, Tradisi Kepengarangan Perempuan: Puisi dan Cerpen, serta Antologi Puisi dan Cerpen Islami, dan pada Sidang IV membahas pokok-pokok persidangan Pemerkasaan Pantun Indonesia Melayu, Festival Persuratan dan Kesenian Melayu tahun 2007, Penghargaan kepada Tokoh Sastrawan yang telah meninggal, Penyusunan Bibliografi Hasil Penerbitan Mastera tahun 1997—2006, Penerbitan Buku Kegiatan Sepuluh tahun Mastera dan Penerbitan Tiga Jilid Buku oleh 3 negara, sedangkan pada Sidang V membahas pokok-pokok persidangan, Laman Mastera, Pertemuan Alumni Program Penulisan Mastera, Rencana Penelitian dan Penyusunan tahun 2007 dan Rencana Kerja Mastera Lima tahun kedepan (2007—2011) antara lain Penerbitan Pangsura (esai dan kritik sastra), Anugerah Mastera (pemilihan dan pemberian anugerah kepada tokoh sastra Asia Tenggara), Program Penulisan Mastera (bengkel penulisan sastra untuk sastrawan muda berbakat), Penyusunan atau penelitian (masing-masing negara membuat penyusunan atau penelitian) antara lain antologi puisi bertema nasionalisme pra kemerdekaan serta pasca kemerdekaan, sajak-sajak kritik sosial, antologi cerpen humor pra kemerdekaan, antologi cerita motif kelahiran ajaib, intisari karya sastra klasik, unsur humor dalam cerpen, unsur sejarah dalam sastra lama, inventarisasi perkembangan kepengarangan program penulisan Mastera, penelitian drama komedi atau teater, serta inventarisasi dan penelitian kearifan lokal dalam sastra lisan melayu, Penerbitan Sisipan ( penerbitan karya sastra dan kritik sastra oleh masing-masing negara) Pemerkasaan Pantun Nusantara (Festival berbalas pantun untuk remaja). Pada hari ketiga diteruskan Sidang VI yang membahas pokok-pokok persidangan tentang tata kerja Mastera dan profil Mastera sedangkan pada Sidang VII membahas pokok-pokok persidangan antara lain usulan program pementasan drama/teater Indonesia Melayu, peningkatan pengajaran teks sastra lama dan modern, program penerjemahan, penerbitan dan penyebarluasan karya sastra Indonesia Melayu ke dalam bahasa Asing, penerbitan Intisari Karya Sastra Klasik, mengusulkan lagu Mastera dinyanyikan setiap kali bersidang serta penyusunan laporan penyimakan draf laporan dan penandatanganan draf laporan. Musyawarah Sekretariat Mastera ditutup pada hari Sabtu tanggal 29 Juli 2006 dengan hasil putusan sebagai berikut Kegiatan Mastera tahun 2006 yang akan dilaksanakan yaitu Antologi Puisi Islami, Antologi Cerpen Islami, Tradisi Kepengarangan Perempuan: puisi dan cerpen, Lembar Sisipan Mastera, Kuliah Kesastraan Bandingan, Persidangan Pengajaran dan Pembelajaran Sastra, Memperkenalkan tokoh sastrawan serantau ke sekolah-sekolah, Seminar antarbangsa kesastraan Asia Tenggara, Sidang ke-12 Mastera serta Seminar Bahasa dan Sastra, serta Penerbitan 3 jilid buku oleh tiga negara, Penyusunan buku 10 tahun Mastera, Pembentukan Forum Komunikasi Peserta Program Penulisan Mastera , Laman Mastera (ketiga negara akan berkomunikasi untuk saling tukar informasi tentang kegiatan kesastraan Mastera dalam seminggu, serta penerbitan Profil Mastera.(cas)

Selingan

Daftar Selingan

  • zoonosis = zoonosis
  • work from office = kerja dari kantor (KDK)

  • work from home = kerja dari rumah (KDR)

  • ventilator = ventilator

  • tracing = penelusuran; pelacakan

  • throat swab test = tes usap tenggorokan

  • thermo gun = pistol termometer

  • swab test = uji usap

  • survivor = penyintas

  • specimen = spesimen; contoh

  • social restriction = pembatasan sosial

  • social media distancing = penjarakan media sosial

  • social distancing = penjarakan sosial; jarak sosial

  • self-quarantine = swakarantina; karantina mandiri

  • self isolation = isolasi mandiri

  • screening = penyaringan

  • respirator = respirator

  • rapid test = uji cepat

  • rapid strep tes =t uji strep cepat

  • protocol = protokol

  • physical distancing = penjarakan fisik

  • pandemic = pandemi

  • new normal = kenormalan baru

  • massive test = tes serentak

  • mask = masker

  • lockdown = karantina wilayah

  • local transmission = penularan lokal

  • isolation = isolasi

  • incubation = inkubasi

  • imported case = kasus impor