Judul: Pengaruh Orientasi Pembelajaran dan Kemampuan Penalaran terhadap Keterampilan Menulis Bahasa Indonesia

Penulis: St. Y. Slamet

Subjek: Pembelajaran

Jenis: Disertasi

Tahun: 2004

Abstrak

Disertasi ini meneliti masalah orientasi pembelajaran yang mempertimbangkan faktor kemampuan penalaran mahasiswa semeser I Program Studi PGSD Universitas Sebelas Maret Suakarta tahun akademik 2001/2002 dalam keterampilan menulis bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang keerampilan menulis bahasa Indonesia mahasiswa.  Bahasan dibatasi pada (1) perbedaan keterampilan menulis bahasa Indonesia mahasiswa yang belajar dengan orientasi pembelajaran pada mahasiswa dan yang belajar dengan orientasi pembelajaran pada dosen; (2) perbedaan keterampilan menulis bahasa Indonesia mahasiswa yang memiliki kemampuan penalaran tinggi yang dengan menggunakan orientasi pembelajaran pada mahasiswa dan yang belajar dengan orientasi pembelajaran pada dosen, (3) perbedaan keterampilan menulis bahasa Indonesia mahasiswa yang memiliki kemampuan penalaran rendah yang belajar menggunakan orientasi pembelajaran pada mahasiswa dan yang belajar dengan orientasi pembelajaran pada dosen, dan (4) pengaruh interaksi antara orientasi pembelajaran dan kemampuan penalaran terhadap keterampilan menulis bahasa Indonesia.

     Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. Penentuan desain merujuk kepada pendapat Donald Ary, Lucy Cheser Jacobs, dan Asghar Razavieh. Metode ini dipilih untuk melihat efek perlakuan terhadap keterampilan menulis dengan mengecek kemempaun penalaran mahasiswa terlebih dahulu. Perlakuan yang dieksperimenkan ialah penerapan orientasi pembelajaran pada mahasiswa dan orientasi pembelajaran pada dosen dengan bahan ajar keterampilan menulis bahasa Indonesia.

       Berdasarkan definisi konseptual dan operasional dapat dikemukakan komponen-komponen pokok yang terdapat dalam keterampilan menulis bahasa Indonesia, yaitu (1) isi, (2) pengorganisasian isi karangan, (3) gramatika, (4) pilihan kata, dan (5) penggunaan ejaan. Instrmen yang digunakan untuk mengumpulkan data keterampilan menulis bahasa Indonesia ini berbentuk tes mengarang (komposisi).

      Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis bahasa Indonesia mahasiswa dapat ditingkatkan dengan orientasi pembelajaran yang berbeda, pembelajaran yang berorientasi pada mahasiswa dapat digunakan bagi mahasiswa yang memilki kemampuan penalaran tinggi dan pembelajaran yang beeorientasi pada dosen dapat dignakan bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan penalaran rendah. Selain itu ditemukan juga bahwa penerapan orientasi pembelajaran pada mahasiswa dengan teknik koreksi diri dan koreksi antarteman, menghasilkan keterampilan menulis yang lebih tinggi dibandingkan dengan orientasi pembelajaran dosen yang hanya menggunakan teknik koreksi dosen saja. Pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa dapat juga dikatakan merupakan cara untuk menghubungkan pengalaman yang berkaian dengan semua bagian kehidupan.

     Penekanan dalam proses menulis adalah apa-apa yang dipikirkan  dan dikerjakan pembelajar pada waktu mereka menulis. Dengan kegiatan menulis dengan pembelajaran yang berpusat pada dosen tersebut yang dipentingkan adalah hasil akhir tulisan mahasiswa. Sebaliknya, kegiatan menulis mahasiswa yang dipentingkan adalah diarahkan pada proses yang dilalui mahasiswa selama menulis dan hasil akhir tulisannya.  Upaya untuk meningkatkan kemampuan penalaran, pengaruh kemampuan penalaran terhadap hasil keterampilan menulis bahasa Indonesia pada penelitian ini, dapat memberikan pengaruh yang posistif terhadapp peningkatan keterampilan  menulis bahasa Indonesia. Di samping pemahaman atas pola-pola  penalaran, hal yang penting adalah kemampuan seseorng dalam menghindari salah nalar, baik salah akibat penalaran deduktif maupun salah nalar akibat penalaran induktif. Ketidakmampuan seseorang dalam menghindari salah nalar dapat menghasilkan sebuah simpulan yang salah. Oleh karna itu, ketidakmampuan seseorang atas hal tersebut identik dengan orang yang tidak memiliki penalaran yang baik.

     Kegiatan mneulis merupakan proses bernalar. Syarat utama menulis adalah keterampilan bernalar. Syarat utama tulisan adalah keterampilan bernalar. Hal ini berkaitan dengn kenyataan bahwa penalaran sebagai proses berpkir untuk mencapai simpulan logis bukan saja dilakukan dengan mempergnakan fakta-fakta yang masih berbentuk polos, tetapi dapat juga dengan mempergunakan fakta yang telah dirumuskan dalam kalimat yang berbentuk pendapat yang lazim disebut roposis. [ALOY]