Materi Sastra dalam Kurikulum 2013


03/15/2017 | Kegiatan

Materi Sastra dalam Kurikulum 2013

Jakarta, Badan Bahasa — Maryanto, Kepala Bidang Pengendalian dan Penghargaan, Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyatakan bahwa Kurikulum tahun 2013 tidak menghilangkan materi sastra dan puisi.

“Justru dalam kegiatan pembelajaran, siswa diarahkan untuk melakukan kegiatan pemodelan teks, lalu bekerja sama membangun teks tersebut. Misalnya, dalam menyusun laporan dapat dibuat dalam bentuk puisi, asalkan di dalamnya memuat klasifikasi yang diberlakukan secara universal atau generalisasi sebagai ciri khas sebuah laporan,” ungkap Maryanto.

Maryanto mengemukakan hal itu dalam dialog dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Sekolah Menengah Atas, Kabupaten Cirebon, Rabu, di Gedung Samudra, Badan Bahasa, Jakarta, Rabu, 15 Maret 2017.

“Kurikulum 2013 menegaskan pentingnya keberadaan bahasa Indonesia sebagai penghela dan pembawa ilmu pengetahuan. Kurikulum ini dirancang agar bahasa Indonesia semakin kuat. Dalam Kurikulum 2013, bahasa digunakan sebagai sarana dalam membentuk pola pikir bangsa Indonesia, yaitu dengan cara pendekatan teks sehingga tidak hanya membaca, menulis, dan berbicara, tetapi juga cara berpikir dan membentuk pola pikir,” kata Maryanto.

Ada dua buku pegangan dalam Kurikulum 2013,  yaitu buku siswa dan buku guru. Buku siswa ditekankan pada dasar-dasar aktivitas, bukan sebagai bahan bacaan. Setiap buku memuat model pembelajaran dan proyek yang akan dilakukan oleh siswa. Sementara itu, buku Guru memuat panduan bagi guru dalam mengajarkan materi kepada siswa.

Maryanto mengimbau kepada peserta yang hadir untuk berperan serta dalam melestarikan bahasa daerah. “Bapak dan Ibu dapat mengadaptasi bahasa pengantar buku pelajaran SD tingkat awal dari bahasa nasional ke bahasa daerah atau bahasa ibu, agar pelajaran lebih mudah diterima oleh siswa,” ujar Maryanto. (iw)

 

*Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menerima kunjungan rombongan untuk berdialog tentang bahasa dan sastra. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Subbidang Bantuan Teknis, Pusat Pembinaan di nomor telepon (021) 4750406, pesawat 2115.