Penutupan Kegiatan Pertemuan Penulis Tahap II


10/07/2017 | Kegiatan

Penutupan Kegiatan Pertemuan Penulis Tahap II dalam Rangka Penyelarasan Bahan Bacaan Literasi

Jakarta, Badan Bahasa—Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) telah selesai mengadakan kegiatan Pertemuan Penulis Tahap II (Penyelarasan Bahan Bacaan Literasi) yang bertujuan membantu mengarahkan penulis untuk menyusun bahan bacaan literasi sesuai dengan tiga koridor literasi, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Niat yang kuat sangat penting karena seorang penulis berada dalam pengembaraan yang abstrak. Idealisme juga penting apalagi jika kita sebagai penulis ingin membantu masyarakat, baik melalui literasi keluarga, literasi masyarakat, dan literasi sekolah,”ucap plt. Sekretaris Badan Bahasa, Dr. Hurip Danu Ismadi, M.Pd. saat menutup kegiatan itu di Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu, 7 Oktober 2017.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembelajaran, Dr. Fairul Zabadi dalam laporannya menjelaskan bahwa bahan bacaan yang terpilih telah melalui tiga tahapan seleksi. “Pada sayembara tahun ini terseleksi 120 bahan bacaan literasi yang menjadi binaan Pusat Pembinaan. Bahan bacaan tersebut telah diperbaiki kembali pada tanggal 6 Oktober kemarin dengan didampingi oleh tim Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) dan tim Pusat Pembinaan,”tutur Fairul.

Tiga tahapan penilaian yang dilakukan oleh Puskurbuk yaitu praseleksi, penilaian satu, dan penilaian dua. Pada tahap praseleksi, Pusat Pembinaan telah mengirimkan 266 bahan bacaan ke Puskurbuk yang kemudian tersaring sebanyak 120 bahan bacaan. Pada tahap ini, Puskurbuk menilai berdasarkan kelengkapan buku dan kesesuaian kategori buku (teks/nonteks). Hasil dari penilaian tahap ini, tidak semua buku yang telah lolos dapat diterbitkan tahun ini, karena masih memerlukan perbaikan untuk penerbitan tahun 2018.

Pada proses selanjutnya, tim Puskurbuk menilai bahan bacaan berdasarkan aspek materi dan aspek penyajian dari bahan bacaan tersebut. Tetapi ada beberapa penulis yang belum siap dengan desain gambar walaupun tim Pusbin membantu desain tersebut, sehingga tetap membutuhkan waktu untuk penyelesaian gambar.

Tahap akhir yaitu tahap penilaian dua, tim Puskurbuk menilai berdasarkan aspek literasi dan aspek psikologi. Aspek ini adalah yang terbaru pada tahun ini. Hal ini diperlukan karena bahan bacaan ini tidak hanya dibaca oleh siswa di sekolah, tetapi juga dapat dibaca oleh anggota keluarga dan masyarakat di luar sekolah.

“Saat bahan bacaan ini disiapkan tidak hanya untuk siswa di sekolah tetapi juga untuk anggota keluarga dan masyarakat, tentu diperlukan panduan dan tuntunan agar apa yang dibacanya dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari,” kata Fairul.

Husnul, peserta dari Bogor, mengaku terkesan dengan kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu karena dapat bertemu penulis-penulis baik pemula ataupun senior. “Saya mendapat inspirasi untuk menulis tema-tema baru dan berbagi cerita dengan penulis-penulis yang memiliki gaya bahasa sendiri” ujar Husnul.

“Semoga kegiatan ini menjadi agenda tahunan, dan saya harap panitia terus konsisten dengan kriteria penilaian. Persyaratan juga disampaikan dari awal sayembara,” kata Husnul.

Pada akhir acara, panitia mengajak peserta untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan dan penguat semangat untuk terus menulis bahan bacaan bermutu. (iw/an)