Struktur dan Fungsi kalimat Bahasa Melayu Sambas

Adam Effendy dan Amanah Hijriah

 

Penelitian ini bertujuan memerikan struktur dan fungsi sintaksis kalimat bahasa Melayu Sambas. Untuk itu, dilakukan inventarisasi dan analisis terhadap ujaran bahasa Melayu Sambas. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Kridalaksana (1993). Dalam pengumpulan data digunakan teknik perekaman cerita atau percakapan dan dilengkapi dengan sistem pancingan (elisitas) serta wawancara dengan informan. Sumber data dalam penelitian ini adalah ujaran yang dituturkan oleh penutur asli bahasa Melayu Sambas dengan kriteria yang telah ditentukan, seperti jenis kelamin dan status sosial serta usia. 
 
Simpulan penelitian ini menandaskan bahwa kalimat sederhana dalam bahasa Melayu Sambas terdiri atas frasa nominal dan frasa verbal. Frasa nomina dapat diisi oleh nomina, verba, dan adjektiva. Frasa verbal dapat diisi oleh nomina, verba, adjektiva, dan numeralia. Kalimat majemuk dalam bahasa Melayu Sambas terbagi atas dua, kalimat majemuk setara sindetis dan asindetis. Kalimat majemuk setara sindetis adalah kalimat majemuk yang secara katon (overtly) ditandai dengan koordinator ”ke” atau ”ngan”. Kalimat majemuk asindetis adalah kalimat majemuk yang tidak ditandai secara katon.