L’accent en Indonésien et son Interaction avec L‘intonation

Myrna Laksman

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk membuktikan pendapat yang sudah ada mengenai tekanan kata (aksen) dan intonasi dalam bahasa Indonesia dengan mencari parameter yang memiliki peran yang paling penting dalam memberi ciri pada tekanan kata di dalam bahasa Indonesia. Tujuan lainnya adalah untuk mengkaji kekuatan dari parameter tekanan kata di bawah pengaruh tekanan kata umum dari sebuah kalimat. Sumber data diambil dari Kamus Umum Bahasa Indonesia-Perancis (Labrousse, 1985) yang terdiri atas dua suku kata, antara lain kasa, sisi, susu, sasak, sisik, susuk, pita, cuti, saku, sakit, sikut, pukat, peta, peti, dan setu. Dalam mengambil data, peneliti menggunakan instrumen yang terdiri atas dua korpus, yaitu (1) kata dalam kalimat pembawa (carrier-sentence) dan (2) kata dalam struktur frasa nomina yang berbeda. Data untuk mengambil kata target, yang di dalam kalimat pembawa dituturkan oleh informan (subjek), direkam ke dalam sebuah taperecorder Kudelski Nagra 4.2 (19 cm/sec) melalui mikrofon Phillips EL 6041/00. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa penekanan kata bahasa Indonesia memiliki perbedaan tekanan pada suku kata dari setiap kata yang ditempatkan di lingkungan yang berlainan. Penelitian ini tidak membuktikan bahwa tekanan kata bahasa Indonesia pada dua suku kata terletak pada suku kata kedua seperti yang telah dibuktikan oleh Samsuri (1971).