HPI Gelar Kongres ke-12 di Badan Bahasa


12/17/2016 | Kegiatan

HPI Gelar Kongres ke-12 di Badan Bahasa

Jakarta—Himpunan Penerjemah Indonesia atau disingkat HPI menyelenggarakan kongres ke-12 yang mengangkat tema “Lebih Andal, Lebih Profesional, dan Lebih Berdaya Saing” di Gedung Samudra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sabtu, 17 Desember 2016.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Prof. Dr. Dadang Sunendar mengatakan bahwa ia merasa bahagia Badan Bahasa dijadikan salah satu tempat bertemu dan berkumpul para penerjemah terbaik di tanah air, “HPI atau dalam hal ini para penerjemah merupakan mitra yang sangat strategis bagi Badan Bahasa, karena tugas Badan Bahasa ini adalah meningkatkan daya saing bangsa, meningkatkan martabat bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, yang mampu melakukan itu salah satunya adalah penerjemah selain itu media,” ungkap Dadang.

“Tahun ini, hanya 238 proposal yang tertarik mengikuti program penerjemahan yang dilakukan oleh Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK), Badan Bahasa, dan yang lolos seleksi hanya sekitar 39 proposal, mudah-mudahan ke depan bisa lebih banyak lagi yang ikut dan Badan Bahasa semakin bersinergi dengan HPI terkait hal itu,” kata Dadang.

Sementara itu, Ketua Panitia Kongers HPI ke-12, Raplita Tobing mengatakan bahwa anggota penuh yang hadir sebanyak 77 peserta, anggota yang penuh yang hadir melalui surat kuasa sebanyak 52 peserta, anggota muda sebanyak delapan peserta, dan anggota kehormatan sebanyak dua peserta.

“Kongres diadakan di Badan Bahasa, karena Badan Bahasa adalah lembaga pembinaan bahasa yang berhubungan erat dengan profesi penerjemah, yang sehari-hari bergelut dengan kata, kalimat, dan bahasa. Selain itu, pendiri HPI seperti Bapak Ali Audah telah sejak lama memiliki hubungan baik dengan lembaga ini, jadi kita merajut kembali kerja sama itu,” ujar Raplita.

Dalam perkembangannya, penerjemahan juga berperan dalam bidang sosial, politik, pendidikan, ekonomi, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Karena itu, penerjemahan menduduki tempat yang strategis dalam kehidupan masyarakat. Dengan manfaat yang tidak ternilai bagi pengembangan budaya bangsa seperti itu, penerjemahan merupakan sarana yang efektif bagi pengembangan sumber daya manusia karena penerjemahan merupakan salah satu sarana pencerdasan dan pencerahan bangsa.

HPI adalah organisasi profesi penerjemah yang dibentuk di Jakarta, pada tanggal 5 Februari 1974 atas prakarsa beberapa orang anggota Dewan Kesenian Jakarta, pengurus Taman Ismail Marzuki, dan didukung oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, serta Perwakilan UNESCO di Jakarta. Saat itu, Ali Audah menjadi ketua dengan penasihat Sutan Takdir Alisjahbana dan Mochtar Lubis. (an)