Ratusan Peserta Ikuti Pekan Bahasa Riau 2017


04/04/2017 |

Kepala Balai Bahasa Riau, Umar Solikhan, bersama para pemenang lomba, Senin (3/4).

PEKANBARU—Sebanyak 316 peserta se Riau mengikuti Pekan Bahasa yang digelar Balai Bahasa Provinsi Riau dari tanggal 3—8 April 2017, di kantor Balai Bahasa Provinsi Riau, Pekanbaru. Peserta tersebut mengikuti berbagai lomba, diantaranya; Lomba Pidato, Lomba Mengajar, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Debat, Lomba Pembawa Acara (Pewara), dan Lomba Pemilihan Duta Bahasa.

Demikian dikatakan Kepala Balai Bahasa Riau, Umar Solikhan, Senin (3/4), saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Pekan Bahasa di Pekanbaru. “Pada Pekan Bahasa 2017 yang berlangsung mulai 3-8 April, ratusan pelajar Riau terlibat aktif dalam setiap lomba. "Setidaknya ada 316 peserta se Riau yang ikut serta Pekan Bahasa," ujar Umar.

Pekan Bahasa merupakan kegiatan tahunan yang sudah bergulir sejak 2014 lalu. Digelarnya kegiatan ini tidak terlepas dari masih rendahnya kesadaran masyarakat menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah.

Di ruang publik, penggunaan bahasa Indonesia sesuai kaidah ini masih rendah. Banyak diantara masyarakat yang menggunakan bahasa asing. Begitu juga anak muda yang aktif di media sosial, lebih suka menggunakan bahasa asing dibandingkan bahasa Indonesia.

Sejak Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa Kebangsaan 1928 dan sebagai bahasa negara 1945, lanjut Umar, perjalanan Bahasa Indonesia mengalami pasang surut. Masa keemasan Bahasa Indonesia terjadi saat orde baru. Masyarakat patuh menggunakan Bahasa Indonesia termasuk di ruang publik. Pasca reformasi, tidak bisa dipungkiri penggunaan Bahasa Indonesia mulai menurun. Masyarakat lebih suka menggunakan bahasa asing.

"Kita ingin mengembangkan peran Bahasa Indonesia sebagai bahasa penghela ilmu pengetahuan, pengantar dalam forum resmi hingga meningkatkan sikap positif masyarakat," katanya. Sesuai tujuannya, lanjut Umar, lomba yang digelar dalam Pekan Bahasa ini tidak terlepas dari penggunaan bahasa Indonesia secara tepat. Hari pertama dimulai dengan lomba pidato.

Dilanjutkan lomba mengajar berbahasa Indonesia, lomba cerdas cermat Bahasa Indonesia, lomba debat berbahasa Indonesia, lomba pewara berbahasa Indonesia dan pemilihan duta bahasa.

Pemilihan duta bahasa, lanjut Umar, termasuk kegiatan dengan persaingan ketat. Selain banyak peserta yang ikut, seleksi yang dihadapi juga tidak mudah. Untuk menjadi Duta Bahasa, peserta harus melalui tahapan penulisan makalah, presentasi menggunakan bahasa Indonesia, hingga kemahiran bahasa Indonesia.

Pekan Bahasa dan Pekan Sastra sudah menjadi komitmen bersama Balai Bahasa se Sumatera untuk mencapai tujuan yang sama. Sebagai wujud komitmen, pemenang lomba ditingkat provinsi, akan dipertemukan lagi di tingkat regional Sumatera.

Bahkan beberapa lomba seperti Duta Bahasa dan Musikalisasi Puisi akan dipertemukan lagi ditingkat nasional."Untuk Pekan Bahasa nanti akan dipertemukan lagi di Lampung. Sementara pemenang Pekan Sastra, berlangsung di Sumatera Barat," katanya.  (Irwanto-Balai Bahasa Riau)