Kepala Badan Bahasa Dorong Duta Bahasa Berperan Maksimal


04/17/2017 | Bulan Bahasa dan Sastra

Kepala Badan Bahasa Dorong Duta Bahasa Berperan Maksimal

Jakarta, Badan Bahasa — Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Seleksi Duta Bahasa DKI Jakarta 2017 di Gedung Samudra, Badan Bahasa, Jakarta, Senin, 17 April 2017.

“Untuk program-program yang sifatnya rutin, setiap tahun harus dilaksanakan evaluasi, termasuk duta bahasa mau kita apakan, apa yang bisa kita kerjakan bersama setelah berlangsungnya kegiatan duta bahasa ini,” kata Kepala Badan Bahasa, Dadang Sunendar saat membuka acara itu.

Ia menjelaskan duta bahasa dapat berperan maksimal tidak hanya di bidang pengendalian dan penghargaan seperti yang selama ini dilakukan, tetapi bisa ke bidang lain, misalnya pada bidang pembelajaran dapat diikutsertakan dalam sosialisasi kegiatan pembelajaran, kemudian di bidang pemasyarakatan dapat langsung terjun memasyarakatkan kedudukan bahasa negara dan bahasa daerah, sehingga bantuan dari duta bahasa dapat langsung dirasakan.

“Ke depan duta bahasa juga merupakan duta literasi, kami meminta peran serta adik-adik duta bahasa agar Gerakan Literasi Nasional yang diamanatkan oleh Kemendikbud dapat berjalan dengan baik,” ujar Dadang.

Dadang juga berharap untuk mengangkat bahasa negara, duta bahasa dapat turut menyosialisasikan UU Nomor 24 Tahun 2009 karena sebagian masyarakat belum memahami UU tersebut.   

Sementara itu, Kepala Pusat Pembinaan, Gufran Ali Ibrahim mengatakan bahwa pemilihan duta bahasa dilakukan untuk memperingati diikrarkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan melalui sumpah pemuda, beragam kegiatan kebahasaan dan kesastraan digelar dengan melibatkan masyarakat terutama generasi muda guna menggugah kesadaran bangsa Indonesia tentang peran penting bahasa Indonesia dalam mempersatukan ribuan suku bangsa dan penutur ratusan bahasa daerah.

“Miniatur persatuan dan kesatuan tersebut ada di DKI Jakarta, dan bertepatan dengan sepuluh tahun penyelenggaraan duta bahasa, tahun ini penyelenggaraan duta bahasa mengangkat tema “Duta Bahasa sebagai Penggerak Literasi Nasional, Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik”, tema tersebut mengandung makna dengan semangat memartabatkan bahasa dan sastra Indonesia dan daerah, Badan Bahasa mengajak semua unsur masyarakat khususnya generasi muda untuk bersama-sama menjadi bagian dari Gerakan Literasi Nasional (GLN), proses itu adalah pengutamaan bahasa Indonesia di ruang publik sebagai bagian dari GLN,” tutur Gufran.

Selanjutnya, Gufran mengutarakan bahwa penyelenggaraan Seleksi Duta Bahasa DKI Jakarta tahun ini dilakukan inovasi kegiatan, yaitu dari sebelumnya hanya berupa penyampaian dan penilaian proposal menjadi penilaian kegiatan kebahasaan dan kesastraan yang dinamakan “Krida Kebahasaan dan Kesastraan”.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengubah wajah ruang publik untuk lebih memartabatkan bahasa negara dalam rangka pendidikan literasi, dan dalam krida ini setiap peserta akan merealisasikan proposal yang mereka buat ke dalam satu kegiatan berkelompok yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pionir dari sistem penyelenggaraan duta bahasa di balai dan kantor bahasa,”ujar Gufran.

Pada penyelenggaraan Duta Bahasa DKI Jakarta tahun ini dikukuhkan ketua dan pengurus Ikatan Duta Bahasa DKI Jakarta, organisasi ini nantinya diharapkan dapat menggerakkan generasi muda untuk mencintai dan menjunjung tinggi bahasa Indonesia, serta membantu Badan Bahasa dalam upaya pengembangan dan pembinaan bahasa Indonesia dan daerah.

Seleksi Duta Bahasa DKI Jakarta tahun ini diikuti oleh 208 orang pendaftar, sejak dibuka pendaftarannya tangal 29 Maret—7 April 2017, dan hanya 50 orang yang terpilih sebagai finalis, yang terdiri dari 25 orang finalis putra dan 25 orang finalis putri. (an)