Pernahkah Anda membaca atau mendengar kalimat, “Kita harus optimis dalam menghadapi berbagai tantangan?” Barangkali di antara pembaca ada yang tidak merasakan adanya keanehan dalam kalimat itu. Namun, jika kita cermati, ada penggunaan kata yang kurang tepat dalam kalimat itu, yaitu kata optimis. Apa salahnya dengan kata optimis itu?
Optimis adalah kata yang berkategori nomina (diserap dari bahasa Inggris optimist) dan bermakna ‘orang yang selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi segala hal’. Dalam konteks di atas, yang diperlukan adalah sikap, yaitu optimistis (yang diserap dari bahasa Inggris optimistic), bukan pelakunya. Oleh karena itu, kata yang tepat untuk konteks itu adalah optimistis sehingga kalimat tersebut seharusnya berbunyi, “Kita harus optimistis dalam menghadapi berbagai tantangan.”
Kata optimis itu sejenis dengan anarkis yang juga sering digunakan secara salah. Kata optimis dan anarkis itu mengacu pada orang. Kata anarkis bermakna ‘penganjur (penganut) paham anarkisme’ atau ‘orang yang melakukan tindakan anarki’. Kata anarki berarti ‘hal tidak adanya pemerintahan, undang-undang, peraturan, atau ketertiban’ atau ‘kekacauan (dalam suatu negara)’. Oleh karena itu, penggunaan kata optimis dan anarkis dalam kalimat ,“Apakah Anda tetap optimis?” tidak cermat. Kata yang tepat untuk konteks tersebut adalah optimistis sehingga kalimat itu menjadi, “Apakah Anda tetap optimistis?” Kata optimis dan anarkis digunakan seperti dalam kalimat berikut.
1. Kelompok anarkis di negara itu sering berbuat onar.
2. Anak-anak muda sekarang banyak yang tergolong optimis.