Judul: Analisis Struktur dan Nilai Budaya: Hikayat Raja Fakir Hadi, Hikayat Ahmad Muhammad, dan Hikayat Cindabaya

Penulis: Amir Mahmud dkk.

Abstrak

Penelitian ini berusaha mendeskripsikan tema dan amanat, tokoh, latar, serta nilai budaya yang terdapat di dalam Hikayat Raja Fakir Hadi, Hikayat Ahmad Muhammad, dan Hikayat Cindabaya. Analisis tema dan amanat, tokoh, latar, serta nilai budaya dilakukan berdasarkan teori beberapa tokoh, yaitu Wellek dan Warren (1989), Teeuw (1983), Saad (1967), Hutagalung (1968), serta Koentjaraningrat (1980 dan 1984).

Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) Hikayat Raja Fakir Hadi memiliki tema pemimpin yang adil dan bijaksana serta suka berderma kepada orang lain akan disenangi rakyatnya. Amanatnya adalah, setiap pemimpin hendaklah bersikap adil dan bijaksana serta suka berderma kepada fakir miskin. Tokohnya adalah Raja Fakir Hadi (sebagai tokoh utama) dan Raja Saat dan Putri Cinta (tokoh pembantu). Latar cerita adalah Negeri Kambayat Segara, Neger Kahyangan, dan Negeri Ujan (semua nama tempat adalah fiktif). Nilai budaya dalam Hikayat Raja Fakir Hadi adalah (a) keadilan, (b) dermawan, (c) rajin bekerja, (d) kerukunan, (e) kepatuhan, (f) suka menolong, dan (g) keramahan. (2) Hikayat Ahmad Muhammad memiliki tema orang yang berbuat jahat akan mendapat malapetaka. Amanatnya adalah janganlah berbuat jahat dan janganlah membantu atau membela orang lain yang berbuat jahat. Tokohnya adalah Muhammad dan Ahmad (protagonis) dan Raja Habsyi (antagonis). Latar cerita adalah Negeri Syam, Negeri Mesir, dan Negeri Habsyi (nyata) serta Kerajaan Pulau Manjeti, Negeri Kusambirat, Kerajaan Madinatara, dll. (fiktif). Nilai budaya dalam hikayat itu adalah (a) kebaikan hati, (b) kasih sayang, (c) keberanian, (d) adil dan bijaksana, (e) menuntut ilmu, (f) percaya kepada Tuhan, (g) pemaaf, (h) rendah hati, (i) tahan menderita, dan (j) tegas. (3) Hikayat Cindabaya memiliki tema, kegigihan dan ketabahan membuat seseorang memperoleh keberhasilan. Amanatnya adalah, seseorang yang ingin berhasil harus gigih dan tabah. Tokoh utamanya adalah Jayalengkara (anak Cindabaya). Latarnya Negeri Bentuluk dan Negeri Bujangga Dewa (fiktif). Nilai budayanya adalah (a) menuntut ilmu, (b) Kepercayaan kepada Tuhan, (c) suka menolong, (d) adil dan bijaksana, (e) rendah hati, (f) berusaha keras, (g) kasih sayang, dan (g) tahan menderita.