Judul: Peristilahan Keilmuan dalam Bahasa Indonesia: Strategi, Hasil, dan Keterpakaiannya: Sebuah Analisis Isi

Penulis: Dedi Puryadi

Subjek: Bahasa Indonesia-Peristilahan

Jenis: Disertasi

Tahun: 2007

Abstrak

Fokus penelitian ini adalah bagaimana peristilahan keilmuan dalam bahasa Indonesia ditinjau dari strategi, hasil, dan keterpakaiannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat analisis isi (content analysis). Materi yang menjadi garapan analisis isi adalah berbagai bentuk komunikasi, seperti materi tertulis, gambar, isyarat, atau transkrip wawancara, wacana, rekaman video, dan dokumen. Untuk itu, Krippendorf (1993) menjelaskan analisis isi sebagai  penggunaan metode yang valid dan dapat direplikasi untuk membuat simpulan spesifik teks tersebut. Ada tiga kegiatan pokok yang dilaksanakan untuk menganalisis masalah dalam penelitian ini, yaitu studi teoretis, analisis dokumen, dan pembahasan hasil analisis. Data yang dijadikan sumber adalah hasil istilah tahun 1942—2005, istilah dari buku teks ilmu dasar tingkat dasar dan menengah, serta istilah yang terdapat pada empat glosarium ilmu dasar hasil panitia kerja sama kebahasaan (Pakersa).

     Dalam penelitian ini ditemukan simpulan sebagai berikut. Pertama, Strategi Pengembangan Peristilahan Keilmuan Indonesia, strategi yang dilakukan dalam pengembangan istilah Indonesia berkaitan dengan pembakuan dan pemasyarakatan. Kegiatan pembakuan yang dilakukan oleh panitia istilah keilmuan Indonesia di antaranya adalah dengan penyusunan pedoman penciptaan istilah, seperti buku Bentuk dan Istilah, Pedoman Pembentukan Istilah Bidang Kimia dan farmasi, dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. . Untuk itu, setiap panitia istilah mempunyai kebijakan dalam penciptaan istilahnya. Kebijakan dalam bidang pembakuan mengalami perubahan sehingga menyebabkan terjadinya perkembangan dalam penyusunan peristilahan keilmuan Indonesia. Sementara itu, dalam bidang pemasyarakatan yang dilakukan oleh panitia istilah Indonesia adalah dengan penerbitan glosarium dan kamus, serta pemuatan istilahnya melalui terbitan, seperti Lembar Komunikasi dan media massa, baik media massa cetak maupun elektronik. Kedua, selama kurun waktu 64 tahun dihasilkan sebanyak 665.892 buah istilah dari 116 bidang dan 279 subbidang. Selain itu, hasil kerja sama kebahasaan  dengan Malaysia dan Brunei Darussalam dalam rangka pengembangan istilah tingkat internasional dianggap berhasil karena istilah yang disepakati digunakan oleh ketiga negara anggota terlaksana. Penyeragaman di bidang istilah antara Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia tidak akan seratus persen sama. Penyeragaman yang sekarang dilakukan merupakan suatu keberhasilan di dalam pembakuan peristilahan tingkat internasional. Kegiatan pembakuan istilah keilmuan Indonesia tidak terlepas dari peran pakar bahasa dan pakar bidang ilmu. Pakar yang dilibatkan dalam pembakuan peristilahan keilmuan Indonesia memiliki autoritas di bidangnya.  Ketiga, keterpakaian istilah kelimuan Indonesia pada buku ajar tingkat dasar dan menengah dari 2.854 buah istilah sebanyak 1,991 atau 69,761% berkategori A atau istilah yang dibuat oleh Pakersa digunakan oleh penulis buku ajar ilmu dasar tingkat dasar dan menengah. Keterpakaian merupakan salah satu indikator di dalam keberhasilan perencanaan korpus bahasa atau hasil pembakuan oleh masyarakat. Keperpakaian hasil Pakersa pada empat buku ajar ilmu dasar, yaitu Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi dianggap berhasil karena dari 2.854 buah istilah sebanyak 1.991 buah istilah adalah sama. (aloy)