Judul: Pemahaman Bacaan Bahasa Indonesia: Studi Korelasional Antara Penguasaan Tata Bahasa, Kemampuan Logika, dan Skemata dengan Pemahaman Bacaan Berbahasa Indonesia Mahasiswa Universitas Lampung

Penulis: Siti Samhati

Subjek: Bahasa Indonesia-Kemampuan Membaca

Jenis: Disertasi

Tahun: 2003

Abstrak

Rumusan masalah dalam penelitian adalah 1) apakah terdapat hubungan antara penguasaan tata bahasa dan pemahaman bacaan berbahasa Indonesia, 2) apakah terdapat hubungan antara kemampuan logika dan pemahaman bacaan berbahasa Indonesia, 3) apakah terdapat hubungan antara skemata dengan pemahaman bacaan berbahasa Indonesia, dan 4) apakah terdapat hubungan antara penguasaan tata  bahasa, kemampuan logika, dan skemata dan pemahaman bacaan berbahasa Indonesia.

     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan kekuatan hubungan antara penguasaan tata bahasa, kemampuan logika, dan skemata dengan pemahaman bacaan, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Penelitian ini dilakukan di FKIP Universitas Lampung pada bulan Mei—Agustus 2002. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa FKIP tahun akademik 2001/2002. Sampel penelitian berjumlah 96 orang mahasiswa. Teknik yang digunakan dalam penetapan sampel penelitian ini adalah Simple Random Sampling. Metode yang digunakan adalah metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan empat instrumen yang berbentuk tes. Semua isntrumen dikalibrasi dan diujicobakan pada 30 orang mahasiswa semester VI di lingkungan FKIP Universitas Lampung. Pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan statistika deskriptif dan statistika inferensial. Sebelum pengujian hipotesis dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, homogenitas dan linearitas. Pengujian hipotesis menggunakan analisis korelasi sederhana, analisis korelasi jamak, analisis regresi sederhana, analisis regresi jamak, dan analisis korelasi parsial.

     Berdasarkan hasil penelitian, penelitian dapat disimpulkan bahwa pemahaman bacaan berbahasa Indonesia dapat ditingkatkan dengan upaya peningkatan pengetahuan tata bahasa, kemampuan logika, dan skemata, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Dengan kata lain semakin baik penguasaan tata bahasa, kemampuan logika, dan skemata, semakin baik pula pemahaman bacaan berbahasa Indonesia. Oleh karean itu, perlu upaya peningkatan pengetahuan tata bahasa, kemampuan logika, dan skemata agar pemahaman bacaan berbahasa Indonesia mahasiswa dapat ditingkatkan.

     Bertolak dari hasil penelitian korelasional yang telah dibahas dan disimpulkan mengenai hubungan antara pengetahuan tata bahasa, kemampuan logika, dan skemata dengan pemahaman bacaan berbahasa Indonesia mahasiswa. Peningkatan tersebut dapat dilakukan dengan peningkatan pengetahuan tata bahasa, kemampuan logika, dan skemata. Pertama, upaya peningkatan penguasaan tata bahasa dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu 1) melalui kegiatan belajar mengajar tata bahasa. Pembelajaran tata bahasa sebaiknya secara integrasi dan komunikatif. Untuk itu, kreatifitas seorang dosen akan sangat diperlukan sehingga proses pembelajaran bahasa menjadi lebih menarik, 2) dalam perkuliahan MKDU bahasa Indonesia untuk jurusan nonbahasa, dosen sebaiknya lebih menekankan kajian tentang morfologi, frasa, klausa, dan kalimat, 3) dosen memberikan tugas dan kesempatan pada mahasiswa untuk mendiskusikan materi tata bahasa yang sulit, mempresentasikan penerapan kaidah-kaidah tata bahasa, menganalisis artikel dalam kliping yang dikumpulan mereka sendiri, 4) memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk mengikuti dan ikut terlibat dalam seminar-seminar bahasa, penyuluhan bahasa, dan pelatihan bahasa. Kedua, upaya peningkatan kemampuan logika mahasiswa, dapat dilakukan dengan 1) dosen memberikan kesempatan pada mahasiswa agar dapat berlatih menghasilkan kesimpulan yang benar dan agar selalu mengacu pada landasan pemikiran yang benar, pernyataan yang didukung oleh alasan yang kuat, 2) dosen memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk berlatih menerapkan aturan-aturan dalam penarikan kesimpulan baik melalui induktif maupun deduktif, 3) mahasiswa hendaknya juga mengetahui adanya kesalahan-kesalahan dalam berpikir dan bernalar yang sering terjadi, dan 4) membiasakan mahasiswa melakukan kegiatan pengujian kebenaran data yang terdapat dalam teks bacaan, 5) mahasiswa diberikan latihan menyusun kembali sebuah paragraf yang memiliki urutan kalimat yang memiliki jalan pikiran yang tidak runtut. Ketiga, upaya meningkatkan skemata pada mahasiswa dapar dilakukan dengan 1) memalui kegiatan belajar mengajar itu sendiri. Dosen memberikan kesempatan yang luas pada mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman mahasiswa secara maksimal dengan memberikan tugas pada mahasiswa untuk membaca,  2) memberi kesempatan mahasiswa untuk memepresentasikan temuan yang diperoleh dari pengalaman-pengalaman saat mengikuti kegiatan ekstrakurilkuler, 3) tugas membuat paper dapat diberikan sebagai tugas akhir mata kuliah,  Cara ini merupakan salah satu yang terbaik agar mereka merasa perlu untuk ke perpustakaan atau ke warnet untuk mencari data demi kelengkapan paper, 4) dosen diharapkan memberikan tugas mengumpulkan kliping yang berkaitan dengan mata kuliah yang sedang diajarkan. Pemberian tugas seperti ini dapat memperkaya wawasan mahasiswa yang berkaitan dengan disiplin ilmu yang sedang dipelajarinya. (aloy)