Judul: Eufemisme dalam Berita Utama Surat Kabar: Kajian Sosiolinguistik dari Aspek Struktur, Ranah, Makna, dan Fungsi

Penulis: Irfani Basri

Subjek: Sosiolinguistik; Semantik

Jenis: Disertasi

Tahun: 2008

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran atau pemahaman yang lengkap dan jelas tentang realisasi pemakaian gaya bahasa eufemisme dalam berita utama surat kabar. Tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut. (1) untuk memahami dan menjelaskan struktur gaya bahasa eufemisme yang dipakai dalam berita utama surat kabar di Indonesia, (2) untuk mengetahui dalam ranah (bidang) apa saja gaya bahasa eufemisme dipakai dalam berita utama surat kabar di Indonesia, (3) untuk memahami dan menjelaskan makna yang terkandung dalam setiap eufemisme yang dipakai dalam berita utama surat kabar di Indonesia, dan (4) memahami dan menjelaskan fungsi pemakaian gaya bahasa eufemisme dalam berita utama surat kabar di Indonesia.

     Penelitian ini dilaksanakan di Jakarta dan berlangsung dari bulan Maret 2006 sampai Desember 2006. Pengumpulan data dilakukan di Jakarta, yaitu mencari surat kabar terbitan 1945 (awal kemerdekaan) sampai dengan tahun 2006 di Perpustakaan Nasional dan perpustakaan-perpustakaan lain. Surat kabar yang menjadi objek penelitian adalah surat kabar Merdeka 1945—1970; Kompas 1971—1980, 1991—1995, 2001—2005; Suara Karya 1981—1990, dan Republika 1996—2000. Tempat yang terdapat dalam objek penelitian adalah setiap ranah atau bidang (konteks) yang ditemui dalam setiap artikel berita utama yang telah ditetapkan menjadi objek penelitian. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan disain (1) penentuan fokus, (2) pengajuan pertanyaan penelitian, (3) pengumpulan data, dan (4) penganalisisan dan penginterpretasian data.  Pendekatan kualitatif  dianggap relevan untuk penelitian ini karena tujuan, proses, dan datanya termasuk acuan teori linguistik dan  sosiolinguistik yang melandasi analisisnya mempunyai isi kualitatif. Metode penelitian ini adalah metode analisis isi kualitatif. Fokus penelitian ini adalah pemakaian gaya bahasa eufemisme dalam berita utama surat kabar di Indonesia.

     Berdasarkan hasil temuan penelitian dan pembahasan, diperoleh simpulan sebagai berikut. Pertama, gaya bahasa eufemisme dapat dibahas dari segi linguistik dengan teori semantik, sinonim, dan diksi. Dari kajian sosiolinguistik, eufemisme akan memberikan bahasan tentang variasi bahasa dan bagaimana menggunakan bahasa yang berbeda pada tempat yang berbeda. Kedua, pemakaian eufemisme dalam berita utama surat kabar akan bermanfaat sebagai sarana mendidik masyarakat dalam menata kembali tata krama kesantuanan berbahasa yang sekarang mulai menipis. Dengan eufemisme, pembicara dapat menghindari kesalahpahaman dan menjaga agar tidak kehilangan muka dalam berkomunikasi. Ketiga, dengan eufemisme nalar pembaca dapat meningkat. Dengan adanya diksi-diksi eufemisme yang bervariasi dapat menuntun pembaca ke kedalaman makna. Pemakaian kata-kata konotatif akan amendorong kreativitas  pembaca untuk berpikir kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Hal-hal yang dapat merusak hubungan baik dalam masyarakat karena perkataan tabu akan dapat dihindari karena eufemisme dapat menggantikannya. Gaya bahasa eufemisme yang digunakan tentulah gaya bahasa eufemisme yang bermakna penghalusan yang tidak merugikan kawan bicara.  Struktur eufemisme yang ditemukan dalam penelitian ini ada tiga macam, yaitu struktur dengan istilah asing, struktur abstraksi, dan struktur tak langsung.Ranah pemakaian gaya bahasa eufemisme adalah semua sektor kehidupan yang sedang dibicarakan. Dalam berita utama surat kabar, ranah politik, hukum, dan keamanan mendominasi pemakaian eufemisme. Makna gaya bahasa eufemisme yang ditemukan dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu makna penghalusan dan makna kebohongan. Diksi (pemilihan kata) yang bertujuan eufemisme tidak membedakan antara apa yang dimaksud dengan apa yang diucapkan bila eufemisme itu bermakna penghalusan, tetapi bila eufemisme itu bermakna kebohongan memang pemakaianya bersembunyi di balik kata-kata eufemisme itu. Fungsi gaya bahasa eufemisme diturunkan dari maknanya. Dari makna penghalusan yang ditemukan,  fungsi kesopansantunan pada setiap periode adalah fungsi yang banyak dipakai yang diikuti oleh fungsi menghindari kesalahpahaman dan fungsi menjaga muka. Dari makna kebohongan, fungsi penipuan adalah fungsi yang paling banyak ditemukan, diikuti oleh fungsi pengendalian, kecurigaan, dan kekerasan. (aloy)