Praptomo Baryadi Isodarus



Praptomo Baryadi Isodarus

Prof. Dr. Praptomo Baryadi Isodarus adalah guru besar linguistik di Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Bungsu dari delapan bersaudara ini dilahirkan di Kulon Progo, DIY, 4 April 1960. Ibunya bernama Ignatia Kasmi Martopudihardjo. Ayahnya, Rafael Martopudihardjo, ialah seorang guru.

    Praptomo melewatkan masa kecilnya dengan bersekolah di SD Negeri Karang, Kalibawang, Kulon Progo (lulus tahun 1972) dan SMP Pangudi Luhur, Boro, Kulon Progo (lulus tahun 1975). Setelah lulus SMP, ia melanjutkan ke SPG Pangudi Luhur Van Lith Muntilan (lulus tahun 1979). Untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi, ia memilih kuliah di Fakultas Sastra, Universitas Gadjah Mada. Pendidikan jenjang S-1 itu ia selesaikan pada tahun 1985 dengan predikat cum laude. Pada tahun 1991, Praptomo mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan S-2 di UGM. Jenjang S-2 diselesaikannya pada tahun 1994 dengan tesis berjudul Afiks Me-(N) dan Afiks Di-: Tinjauan Morfologis, Sintaksis, dan Pragmatis. Kelulusannya itu juga dengan predikat cum laude.  Pada tahun 1995, Praptomo melanjutkan pendidikan S-3 di UGM. Jenjang S-3 diselesaikan pada tahun 2000 dengan disertasi berjudul Ikonisitas Diagramatik pada Tataran Kalimat dalam Wacana Bahasa Indonesia. Seperti jenjang sebelumnya, jenjang S-3 juga diselesaikannya dengan predikat cum laude.

    Jabatan guru besar diperolehnya pada tanggal 1 Juli 2011. Ia menyampaikan pidato pengukuhannya pada tanggal 17 Februari 2012 dengan judul “Bahasa, Kekuasaan, dan Kekerasan”.

    Pada tahun 1992 Praptomo menikah dengan Yosepha Niken Sasanti dan dikaruniai dua orang anak, yaitu Stephanie Tesesia Uliartha (lahir 2 Agustus 1993) dan Yosef Brian Yudhalaksana (lahir 23 Februari 1995). Bersama keluarga, Praptomo tinggal di Jalan Kinanthi 14 Ganjuran, Manukan, Condongcatur, Depok, Sleman.

    Praptomo Baryadi memulai kariernya sebagai dosen di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FPBS, IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta, pada tahun 1986. Pada tahun 1987 ia diangkat menjadi dosen PNS yang dipekerjakan di IKIP Sanata Dharma. Sejak IKIP Sanata Dharma berubah menjadi Universitas Sanata Dharma pada tahun 1993, Praptomo menjadi dosen tetap Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, sampai sekarang.

    Selama berkarya di Universitas Sanata Dharma, Praptomo hampir tidak pernah lepas dari jabatan struktural. Ia menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FPBS, IKIP Sanata Dharma (1987—1989); sebagai Pembantu Dekan III Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma (1993—1995); Pembantu Dekan I Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma (2000-2004); Ketua Lembaga Penelitian, Universitas Sanata Dharma (2004—2006); Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Sanata Dharma (2006—2008); Kepala Departemen Penelitian, Penerbitan, dan Kerja Sama di LPPM, Universitas Sanata Dharma (2006—2010). Selain itu, pada tahun 2008—2012, ia dipercaya sebagai Dekan Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma. Sejak tahun 2012, ia menjadi Kepala Pusat Kajian Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia (PKBSBI), Universitas Sanata Dharma.

    Selain berbagai jabatan struktural yang disandangnya di Universitas Sanata Dharma, Praptomo Baryadi juga memiliki sejumlah jabatan dan kegiatan di luar kampus. Beberapa di antaranya menjadi penasihat ahli Forum Bahasa Media Massa (FBMM) Yogyakarta; pengurus Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) Cabang Yogyakarta; anggota Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI); anggota tim penilai dan penguji disertasi di Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya, UGM; dosen luar biasa Program Pascasarjana, Fakultas Ilmu Budaya, UGM; konsultan penelitian di Balai Bahasa, Yogyakarta. Praptomo juga menjadi mitra bestari (penyunting ahli) di berbagai jurnal ilmiah, yaitu Humaniora (jurnal budaya, sastra, dan bahasa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada); Widyaparwa (jurnal ilmiah kebahasaan dan kesastraan, Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta); Rachmi (media informasi, komunikasi, dan pengembangan sumberdaya, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Yogyakarta); Sintesis (jurnal ilmiah kebudayaan, Pusat Kajian Bahasa, Sastra, dan Kebudayaan Indonesia, Jurusan Sastra, Universitas Sanata Dharma); Jurnal Penelitian (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM); dan Arah Reformasi Indonesia (LPPM, Universitas Sanata Dharma).

    Selaku ahli, Praptomo cukup intens dalam menekuni disiplin kepakarannya, yaitu teori linguistik, kajian wacana, pragmatik, dan semiotika. Buah ketekunan itu dapat dilihat dari panjangnya daftar karya publikasi ilmiah yang telah disusunnya. Berikut ini, antara lain, tulisan yang telah dihasilkannya.

 Karya

a. Buku

  1. Tipe-tipe Semantik Adjektiva dalam Bahasa Jawa (bersama Syamsul Arifin, Gina, dan Dirgo Sabaryanto, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1990)
  2. Dasar-Dasar Analisis Wacana dalam Ilmu Bahasa (Pustaka Gondosuli, Yogyakarta, 2002)
  3. Tata Bahasa Jawa Mutakhir (bersama Wedhawati, Wiwin Erni Siti Nurlina, Edi Setiyanto, Marsono, dan Restu Sukesti) (Kanisius, Yogyakarta, 2006)
  4. Teori Ikon Bahasa: Salah Satu Pintu Masuk ke Dunia Semiotika.(Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 2007)
  5. Kalimat Inversi dalam Bahasa Jawa  (bersama Sumadi, Dirgo Sabariyanto, dan Sri Nardiati) (Almatera Publishing, Yogyakarta, 2009)
  6. Morfologi dalam Ilmu Bahasa (Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 2011)
  7. Bahasa, Kekuasaan, dan Kekerasan (Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 2012)

b. Artikel dalam jurnal dan buku

  1.  “Idiom yang Berunsur Kata Kerja dalam Bahasa Indonesia” (Jurnal Kebudayaan  Sintesis, Vol. 7, No. 1, Maret 2013)
  2. ”Memaknai Bahasa Indonesia sebagai Sarana Pemersatu” (Jurnal Wacana Akademika, Vol. 5, No. 3, Januari 2008, Universitas Sarjanawiyata, Tamansiswa, Yogyakarta)
  3. ”Urutan Klausa dalam Kalimat Majemuk Subordinatif Bahasa Indonesia: Suatu Kajian dari Perspektif Sintaksis dan Wacana” (Jurnal Humaniora, Vol. 19, No. 3, Oktober 2007)
  4. ”Kebermarkahan Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif dalam Bahasa Indonesia” (Jurnal Ilmiah Kebudayaan Sintesis, Vol. 5, No.1, Maret 2007)
  5. ”Kaidah Pemetaan Kronologis Pengungkapan Hubungan Kausalitas pada Kalimat Majemuk Subordinatif dalam Bahasa Indonesia” (Jurnal Ilmiah Kebudayaan Sintesis, Vol.4 No.2, Oktober 2006)
  6. ”Verba Berderet dalam Bahasa Indonesia” (Jurnal Ilmiah Kebudayaan Sintesis, Vol. 3 No. 2, Oktober 2005)
  7. ”Kalimat Pasif Persona dalam Bahasa Jawa: Suatu Tinjauan Semiotik” (“Personal Passive Voice in The Javanese Language: A Semiotic Perspective) (Jurnal Penelitian Humaniora, Vol. 6, No. 2, Agustuss 2005, Universitas Muhammadiyah, Surakarta)
  8. ”Kalimat Majemuk Subordinatif Pencapaian-Suksesif dalam Bahasa Indonesia: Suatu Telaah Motivasi Pola-Urutan” (Jurnal Ilmiah Kebudayaan Sintesis, Vol. 3, No. 4)
  9. ”Motivasi Pola-Urutan Klausa pada Kalimat Majemuk Subordinatif Kausalitas dalam Bahasa Indonesia” (Jurnal Ilmu Bahasa, Sastra, dan Filologi, Vol. XI/No.23/Februari 2005)
  10. ”Akar sebagai Komponen Pembentuk Verba Berafiks Me(N)- dan Pengaruh Verba Tersebut terhadap Struktur Sintaksis” (Jurnal Penelitian. No.16, Mei 2005)
  11. ”Pertarungan Wacana, Ideologi Kekuasaan, dan Matinya Realitas Otentik” (Jurnal Arah Reformasi Indonesia. No.27, Mei 2005)
  12. “Teori Sopan Santun Berbahasa” (Jurnal Ilmiah Kebudayaan Sintesis, Vol. 1 No. 2  dan  3,  Oktober 2004)
  13. “Berbagai Pandangan tentang Kompetensi Berbahasa” (Dalam Bahasa Merajut Sastra Merunut Budaya, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 2004)
  14. ”Pembelajaran Sopan Santun Berbahasa Indonesia untuk Pengembangan Nilai-Nilai Budi Pekerti” (Jurnal Racmi, Jurnal Balai Penataran Guru, Yogyakarta. Vol. 3, No. 2, November 2003)
  15. ”Plesetan: Gejala Dekonstruksi Bahasa?” (Jurnal Ilmiah Kebudayaan Sintesis. Vol. 1, No.1, Oktober 2003)
  16. ”Fungsi Wacana dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Menurut Kurikulum Berbasis Kompetensi” (Jurnal Racmi, Jurnal Balai Penataran Guru, Yogyakarta. Vol. 2, No.3, November 2002)
  17. ”Konsep-Konsep Pokok dalam Analisis Wacana” (Jurnal Widyaparwa, No. 57, September 2001, Balai Bahasa Yogyakarta)
  18. ”Bahasa, Demokrasi, dan Integrasi Bangsa dalam Konteks Menuju Indonesia Baru” (Jurnal Arah Reformasi Indonesia, No. 12, Agustus 2001)
  19. ”Urgensi Informasi dalam Tuturan” (Jurnal Ilmiah Kebudayaan Gatra, No. 22-23 Tahun XVI/Maret-September 2001)
  20. ”Bahasa dan Pengaruhnya” (Majalah Bahana, No. 12/Th.XI/Vol.122, Juni 2001)
  21. ”Status Informasi Konstituen Tuturan dalam Bahasa Indonesia” (Jurnal Ilmiah Kebudayaan Gatra, No. 20-22 Th. XV/Maret-September 2000)
  22. ”Perkembangan Teori Ketransitifan” (Majalah Ilmiah Widya Dharma, Universitas Sanata Dharma, Tahun VIII, No.1, Oktober 1997)
  23. “Ragam Kreatif dan Posmodernisme: Jelajah Lanjutan terhadap Ragam-Ragam Kreatif” (Jurnal Gatra, Pusat Kajian Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia, Universitas Sanata Dharma, No.18, Tahun XIII/Juni 1997)
  24. “Konfiks dalam Bahasa Indonesia” (Jurnal Ilmiah Widya Dharma, Tahun V, No.1,  Tahun 1997)
  25. “Kesatuan Topik dalam Wacana Eksposisi, Wacana Deskripsi, dan Wacana Narasi   dalam Bahasa Indonesia” (Dalam Penyelidikan Bahasa dan Perkembangan Wawasannya I,  Masyarakat Linguistik Indonesia, Jakarta, 1993)
  26. “Sifat Otonom dan Relasionalitas Linguistik sebagai Salah Satu Disiplin Ilmu” (Jurnal Widya Dharma, Jurnal Ilmu dan Pendidikan IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta. Tahun III, No.1, Oktober 1992)
  27. “Teori Kohesi M.A.K. Halliday dan Ruqaiya Hasan dan Penerapannya untuk Analisis Wacana Bahasa Indonesia” (Dalam Gatra: Ke Arah Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, No 10/11/12 Tahun 1990)
  28. “Tanggapan untuk D. Edi Subroto dan Beberapa Persoalan Linguistik dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia” (Majalah Basis, Agustus 1990-XXXIX-8)
  29. “Salam Pembuka Komunikasi dalam Wacana Langsung: Suatu Tinjauan Pragmatis” (Dalam Linguistik Indonesia, Masyarakat Linguistik Indonesia, Jakarta, Tahun 7, No.14, Desember 1989)

c. Makalah

  1. “Bahasa dan Kebohongan” (Disajikan dalam Seminar Internasional PIBSI Ke-35 pada  28—29 September 2013 di Universitas Sebelas Maret, Surakarta)
  2. ”Tindak Tutur Kekerasan” (Disajikan dalam Seminar Nasional ”Bahasa Indonesia Pembentuk Sikap dan Perilaku Bangsa Menyongsong Generasi Emas”, 6—7 September 2012,  Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta)
  3. ”Bahasa dan Kohesi Sosial” (Disajikan dalam Seminar Internasional ”Optimalisasi Pemanfaatan Potensi Bahasa dan Pembelajaran Bahasa, Sastra dan Kebudayaan Indonesia, serta Komunikasi Sosial-Politik pada Era Globalisasi”, Universitas Widya Dharma, Klaten,  8—9 November 2010)
  4. ”Wacana dalam Surat Kabar sebagai Bahan Pembelajaran Bahasa” (Disajikan dalam Seminar Forum Bahasa Media Massa di Kantor Harian Bernas Yogyakarta, 9 Februari 2010)
  5. ”Cacat, Disability, Difabel, dan Berkebutuhan Khusus” (Disajikan dalam Diskusi Publik tentang difabel di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta,  30 Juni 2010)
  6.  “Sumbangan Perguruan Tinggi untuk Memajukan Bahasa Indonesia” (Disajikan dalam Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia XVI pada tanggal 16—18 Mei 2008 di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta)
  7. “Prof M. Ramlan sebagai Pembaharu Tata Bahasa Indonesia: dari Tata Bahasa Tradisional ke Tata Bahasa Formal” (Disajikan dalam Seminar Internasional Menyambut 80 Tahun Prof. Drs. M. Ramlan, Program Studi Linguistik Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 25 Maret 2008)
  8. ”Relasi Makna Nomina Berafiks dengan Verba Berafiks dalam Bahasa Indonesia dan Implikasinya bagi Penulisan Tata Bahasa dan Kamus” (Disajikan dalam Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya Ke-5 Tingkat Internasional, Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Unika Atma Jaya, Jakarta,  7—8 Mei 2007)
  9. ”Masih Adakah Guru Ideal pada Era Globalisasi?” (Disajikan dalam Seminar Guru oleh Panitia Kegiatan Pekan Ilmiah SMA Santo Aloysius 1 dan 2 Bandung, 28 Oktober)
  10. “Sifat Ikonis dan Arbitrer dalam Bahasa” (Disajikan dalam Seminar Regional “Kedudukan dan Sumbangan Teori Linguistik Prof. Dr. J.W.M. Verhaar, S.J. dalam Perkembangan Linguistik di Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta,   27 Oktober 2001)
  11. ”Plesetan dan Perubahan Bentuk-Makna Bahasa: Telaah dari Linguistik Fungsional” (Disajikan dalam Seminar Nasional Linguistik,  Masyarakat Linguistik Indonesia Cabang Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 16 September 2000)
  12. ”Perkembangan Teori Ikonisitas dalam Linguistik” (Disajikan dalam Kongres Linguistik Nasional di Surabaya, 7-11 November 1997)
  13. “Verba Ber- + Akar dalam Bahasa Indonesia dan Penurunan Nomina dari Verba Tersebut: Ditinjau dari Morfologi Generatif” (Disajikan dalam Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia XVI Se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah, Purworejo, 4—5 Oktober 1994)
  14. “Penonjolan Topik dan Kesinambungan Topik dalam Wacana Bahasa Indonesia” (Disajikan dalam Panitia Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia XII Se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta tanggal 3—4 Oktober 1990 di Universitas Sebelas Maret)
  15. “Makna Kata: Aneka Jenisnya dan Berbagai Cabang Semantik yang Mengkajinya” (Disajikan dalam Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia XI, IKIP Muhammadiyah Yogyakarta, 16—17 Oktober 1989)
  16. “Kompetensi Komunikatif dalam Pragmatik” (Disajikan dalam Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia IX, Universitas Tidar, Magelang, 14—15 Oktober 1987)

d. Karya lain

  1.  “Retorika Tekstual Wacana Jurnalistik” (Prosiding Simposium Nasional Ragam Bahasa Jurnalistik dan Bahasa Indonesia, IKIP PGRI Semarang, 10—12 Juli 1995)
  2. “Wacana Prosedural dalam Bahasa Indonesia” (Laporan Penelitian bersama P. Hariyanto, 1995)
  3. “Afiks Me(N)- dan Di- dalam Bahasa Indonesia: Telaah dari Dimensi Morfologis, Sintaktis, dan Pragmatis” (Tesis S-2, 1994)
  4. “Medan Makna Aktivitas Pancaindera dalam Bahasa Jawa” (Laporan Penelitian bersama Wiwin Erni Siti Nurlina, Sumadi, dan Edi Setiyanto, 1993)
  5. ”Alih Kode dan Campur Kode dalam Masyarakat Multietnis: Studi Kasus pada Mahasiswa Golongan Etnis Tionghoa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Sanata Dharma Yogyakarta” (Laporan Penelitian, 1993)
  6. ”Konstruksi Perurutan Waktu pada Tataran Kalimat dalam Wacana Bahasa Indonesia: Suatu Kajian tentang Ikonisitas Diagramatik” (Disertasi S-3, 2000)
  7. ”Prinsip-Prinsip Penggunaan Bahasa Indonesia yang Menihilkan Belenggu Pertikaian” (Prosiding Seminar Nasional Linguistik,  Fakultas Bahasa dan Seni Fakultas Bahasa dan Seni bekerja sama dengan Prodi Linguistik Terapan Program Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, 2 Oktober 2004)

Penghargaan

  1. Dosen Berprestasi (Dosen Teladan) I Tingkat Kopertis Wilayah V Yogyakarta pada tahun 1991
  2. Finalis Dosen Berprestasi Tingkat Nasional dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pada tahun 1994
  3. Aditya Tridarma Nugraha tahun 1991 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 1991
  4. Lulusan S-2 dengan predikat cumlaude dari Direktur Program Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada,  pada tahun 1994
  5.  Penulis artikel terbanyak di jurnal ilmiah dari Rektor Universitas Sanata Dharma pada tahun 2005
  6. Pengabdian 25 tahun di Universitas Sanata Dharma dari Yayasan Sanata Dharma pada tahun 2012
  7. Satyalencana Karyasatya  20 Tahun dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2012  (LS)