Kepala Badan Bahasa Mengambil Sumpah Sepuluh PNS Kantor Bahasa NTT


02/09/2017 | Kegiatan

Kepala Badan Bahasa Mengambil Sumpah Sepuluh PNS Kantor Bahasa NTT

Kupang, Badan Bahasa—Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Prof. Dr. Dadang Sunendar mengambil sumpah sepuluh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kantor Bahasa Nusa Tenggara Timur di Hotel Sotis, Kupang, Kamis, 9 Februari 2017.

Kesepuluh PNS yang diambil sumpahnya itu adalah Velentina Lovina Tanate, S.Pd., Erwin Syahputra Kembaren, S.S., Christine Terentje Weking, S.S., Umi Ahdiyati. S.E., Indah Puspita Sari, S.H., Hestiani Dian Puspita Rebo, S.I.Kom., Irwan Alfreed Pellondou, S.Kom., Salimulloh Tegar Sanubarianto, S.Pd., Havina Yunita Leo, S.Pd., dan Pangkul Ferdinandus, S.Pd.

Dalam sambutannya, Dadang mengatakan bahwa Upacara Pengambilan Sumpah PNS merupakan salah satu tahapan kepegawaian yang harus dilewati oleh setiap PNS, dan seharusnya sudah dilalui beberapa waktu lalu, tetapi kerena hambatan teknis jadi baru bisa dilakukan sekarang oleh Kantor Bahasa NTT.

“Pengambilan sumpah ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi lebih dari itu, pengambilan sumpah ini merupakan janji yang bukan hanya dihadiri oleh kita yang hadir di sini, tetapi juga disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, pengukuhan oleh para rohaniawan tadi mohon diperhatikan dengan baik, karena janji tersebut merupakan janji seumur hidup kita untuk mengabdi kepada bangsa dan negara ini, yaitu dengan bekerja dengan ikhlas, bekerja dengan baik dan jujur, serta berguna bagi bangsa dan negara,”ujar Dadang.

Lebih lanjut, Dadang mengatakan bahwa kita bekerja untuk melayani masyarakat bukan sebaliknya. Ia juga mengajak kepada sepuluh PNS yang diambil sumpahnya itu untuk menjadikan Kantor Bahasa NTT sebagai salah satu kantor yang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kemudian, Dadang berpesan agar setiap orang harus menjadi pemimpin dalam setiap bidang tugasnya masing-masing. “Kalau ada yang ditugasi di bidang pengembangan bahasa, maka harus menjadi yang terbaik di bidang tersebut, kalau ada yang ditugasi di bidang kesastraan, maka harus menjadi yang terbaik di bidang itu, begitu pun jika ada yang menjadi peneliti, maka Anda harus memberikan hasil dan laporan penelitian terbaik yang berguna bagi negara,”pesan Dadang. (an)