Ratusan Peserta dari Lima Belas Kabupaten/Kota Semarakkan Pekan Bahasa dan Sastra Sumatra Utara

MEDAN – Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Pekan Bahasa dan Sastra Sumatra Utara yang digelar Balai Bahasa Sumatra Utara selalu saja semarak dan meriah.  Itu dapat dilihat dari animo peserta yang mengikuti berbagai kegiatan lomba. Bahkan, tahun ini jumlah peserta mengalami peningkatan pesat dibandingkan dengan tahun lalu. Jumlah peserta membeludak hingga mencapai hampir 600 ratus orang dengan sebaran peserta yang lebih merata karena diikuti oleh peserta dari lima belas kabupaten/kota, yakni Medan, Binjai, Deliserdang, Langkat, Dairi, Karo, Mandailingnatal, Tobasamosir, Padangsidimpuan, Tapanuli Tengah, Tebingtinggi, Serdangbedagai, Simalungun, Pematangsiantar, dan Asahan.  Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Balai Bahasa Sumatra Utara, Dr. Maryanto, M.Hum., pada Rabu, 18 September 2019 di panggung terbuka Balai Bahasa Sumatra Utara, Medan.

Dengan mengusung tema “Pelangi Bahasa dan Sastra Sumatra Utara”, kegiatan yang digelar oleh Balai Bahasa Sumatra Utara selama dua hari, pada 18—19 September 2019, diselenggarakan dengan diramaikan oleh berbagai perlombaan kebahasaan dan kesastraan yang meliputi 1) Lomba Reportase bagi Peserta Umum, 2) Lomba Debat Bahasa Indonesia bagi Siswa SMA, 3) Lomba Cerdas Cermat Bahasa Indonesia bagi Siswa SMP, 4) Lomba Berbalas Pantun untuk Mahasiswa, 5) Lomba Mendongeng Cerita Rakyat bagi Guru PAUD/TK, 6) Lomba Dendang Tradisi Lisan bagi Peserta Umum, dan 7) Lomba Bermain dan Membaca bagi Siswa SD.

Selain kegiatan perlombaan tersebut, pada hari itu juga dilaksanakan Peluncuran Buku Kelas Menulis. Sebanyak lima judul buku, yakni Yang Belia (Antologi Puisi), Lantai Dua (Antologi Cerpen), Ning (21 Naskah Drama), Menggiring Mimpi (Antologi Esai), dan Bunga Rampai Karya Tulis Ilmiah diluncurkan untuk khalayak.

Dalam sambutannya, Maryanto menyampaikan bahwa tema “Pelangi Bahasa dan Sastra Sumatra Utara” dapat diartikan sebagai ekspresi keberagaman yang dihadirkan melalui kegiatan kebahasaan dan kesastraan tersebut. Selain itu, keberagaman itu juga disajikan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan Indonesia. Dia juga mengungkapkan bahwa selain diartikan sebagai keberagaman, pelangi itu juga diartikan sebagai alat pemersatu.

Disebutkan juga oleh Maryanto bahwa Pekan Bahasa dan Sastra Sumatra Utara ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan juga upaya pembinaan, pemasyarakatan, dan pelindungan serta peningkatan kualitas berbahasa dan bersastra. “Kegiatan ini merupakan strategi yang kreatif dalam upaya pelindungan dan pelestarian eksistensi bahasa dan sastra Indonesia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan apresiasi, sikap positif, dan kepedulian masyarakat terhadap bahasa dan sastra daerah sebagai akar kebudayaan nasional,” jelas Maryanto.

Maryanto menambahkan, di sisi lain kegiatan ini juga memastikan dan meyakinkan bahwa bahasa dan sastra hadir di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan kata lain, esensi kegiatan ini bukan hanya terletak pada perlombaan atau kompetisi bahasa dan sastra, melainkan juga pada upaya untuk membangun kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda.

Pada akhir sambutannya, Maryanto mengingatkan bahwa bisa dibilang Sumatra Utara merupakan tempat pertama yang menjadi provinsi diselenggarakannya kegiatan kebahasaan secara nasional. “Kongres Bahasa Indonesia pertama setelah terbentuknya NKRI digelar di Sumut pada tahun 1954. Setelah itu, tidak ada lagi, kecuali di DKI Jakarta,” sebutnya.

Hasil lomba Pekan Bahasa dan Sastra Sumatra Utara Tahun 2019 selengkapnya adalah sebagai berikut.

I.  Lomba Debat Bahasa Indonesia bagi Siswa SMA

Pemenang I: Tim SMA 2 Binjai

Pemenang II: Tim SMA 7 Medan

Pemenang III: Tim SMA Ahmad Yani Binjai
 
Pemenang IV: Tim MAN 1 Mandailingnatal
 
II.   Lomba Dendang Syair Tradisi Lisan bagi Umum
 
Pemenang I: Fityay Nadhila Hasibuan (Medan)
 
Pemenang II: Rini Purnama Sari Hasibuan (Medan)
 
Pemenang III: PD Isarah (Labuhanbatu)
 
Pemenang IV: Nurhazlin (Medan)
 
Pemenang Harapan V: Amar Khan Sikumbang (Sibolga)
 
III.    Lomba Reportase untuk Umum
 
Pemenang I: Ayu Juwita (Medan)
 
Pemenang II: Hamsa Aulia Pohan (Tebingtinggi)
 
Pemenang III: Johannes Chairul Chang Maringga (Medan)
 
Pemenang IV: Ismaliyah Yusuf Rangkuti (Medan)
 
IV.    Lomba Berbalas Pantun bagi Mahasiswa
 
Pemenang I: Mhd. Alwi/Mhd. Tarmizi (Universitas Sumatra Utara)
 
Pemenang II: Kharis Munandar/Abdul Haris (Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara)
 
Pemenang III: Mhd. Azan/Dedy Syahputra (Universitas Islam Negeri Sumatra Utara)
 
Pemenang IV: Kamaruddin/Mhd. Rizki Maulana (Universitas Al Hikmah Medan)
 
V.    Lomba Cerdas-Cermat Bahasa Indonesia bagi Siswa SMP
 
Pemenang I: SMP Harapan III Deliserdang
 
Pemenang II: SMP Bina INsan Mandiri Medan
 
Pemenang III: SMP Indah Medan
 
Pemenang IV: SMP Chandra Kumala Medan
 
VI.   Lomba Bermain Membaca bagi Siswa SD
 
Pemenang I: SD Harapan 2 Medan
 
Pemenang II: SD Harapan 1 Medan
 
Pemenang III: MIN 15 Langkat
 
Pemenang IV: SD Yayasan Pendidikan Riad Madani Medan
 
Pemenang V: SD Swasta Brigjend Katamso Medan
 
VII.    Lomba Mendongeng bagi Guru PAUD/TK
 
Pemenang I: Ria Pratiwi (Darul Huda Marelan, Medan)
 
Pemenang II: Hendra Rahayu (Miftahul Ulum Medan)
 
Pemenang III: Sari Puspa Wanti (RA Madinatussalam Medan)
 
Pemenang Harapan IV:  Ririn Wardania (RA Darul Inayah Delitua, Deliserdang)

(Am/bbsu/20/9/19)

Selingan

Daftar Selingan

  • zoonosis = zoonosis
  • work from office = kerja dari kantor (KDK)

  • work from home = kerja dari rumah (KDR)

  • ventilator = ventilator

  • tracing = penelusuran; pelacakan

  • throat swab test = tes usap tenggorokan

  • thermo gun = pistol termometer

  • swab test = uji usap

  • survivor = penyintas

  • specimen = spesimen; contoh

  • social restriction = pembatasan sosial

  • social media distancing = penjarakan media sosial

  • social distancing = penjarakan sosial; jarak sosial

  • self-quarantine = swakarantina; karantina mandiri

  • self isolation = isolasi mandiri

  • screening = penyaringan

  • respirator = respirator

  • rapid test = uji cepat

  • rapid strep tes =t uji strep cepat

  • protocol = protokol

  • physical distancing = penjarakan fisik

  • pandemic = pandemi

  • new normal = kenormalan baru

  • massive test = tes serentak

  • mask = masker

  • lockdown = karantina wilayah

  • local transmission = penularan lokal

  • isolation = isolasi

  • incubation = inkubasi

  • imported case = kasus impor