Badan Bahasa Kembangkan Laboratorium Kebinekaan Menjadi Lebih Interaktif dan Menarik

Sentul—Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyelenggarakan Lokakarya Bahan Koleksi Laboratorium Kebinekaan di Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan, Sentul, 11—15 Desember 2017. Kegiatan ini diikuti oleh lima puluh peserta yang berasal dari Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Negeri Media Kreatif, Institut Kesenian Jakarta, Yayasan Kebudayaan Rancage, Nilem Studio (pengembang permainan), dan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan.

Laboratorium Kebinekaan merupakan galeri berbasis teknologi digital yang menampilkan informasi mengenai kekayaan bahasa dan sastra nusantara. Diantaranya adalah kosakata dasar, sastra lisan dan tulis yang dikemas secara digital dan interaktif. Laboratorium ini menawarkan alternatif metode pemelajaran bahasa daerah di Indonesia dengan cara lebih modern, menyenangkan, mudah dan gratis.

Pada Kesempatan itu, Kepala Bidang Pengembangan Strategi Kebahasaan, Dr. Joni Endardi berharap agar Laboratorium Kebinekaan tersebut menjadi lebih interaktif sehingga dapat menarik perhatian pengunjung.

“Tampilan aplikasi sekarang sudah lebih baik, tetapi kami ingin aplikasi ini lebih interaktif, selalu mengikuti perkembangan zaman," ujar Joni saat ditemui usai acara itu.

Joni menambahkan tampilan laboratorium maupun aplikasi daring/luring harus lebih menarik. "Harapannya sesuai keinginan Kepala Badan Bahasa, yaitu menjadi wisata bahasa dan sastra,” kata Joni.

Desi Nurul Anggraini, salah seorang panitia menjelaskan bahwa lokakarya ini bertujuan untuk melengkapi koleksi Laboratorium Kebinekaan. “Kita berkumpul di sini untuk bekerja sama melengkapi koleksi Laboratorium Kebinekaan, seperti aplikasi daring, luring, animasi, video dan poster,” tutur Desi.

Lokakarya ini dibagi menjadi empat tim, yakni tim aplikasi daring/luring, tim multimedia/animasi, tim bahan koleksi poster, dan tim bahan koleksi video. (iw, sh, t).

Artikel Terpopuler