Evolution of Verbal Morphology in Balinese (Evolusi Morfologi Verba dalam Bahasa Bali)

Ni Luh Sutjiati Beratha

Disertasi ini merupakan kajian historis komparatif terhadap bahasa Bali kuno dan bahasa Bali modern, termasuk bahasa Bali standar modern. Evolusi morfologi verbal dalam bahasa Bali merupakan pokok bahasan utama dalam kajian ini. Versi ‘Tata Bahasa Peran dan Acuan’ (Foley dan van Valin, 1984) dikembangkan untuk menggambarkan hubungan morfosintaktik. Disertasi ini mengungkapkan nilai potensi dari teori itu untuk digunakan dalam analisis diakronik. Beberapa perubahan dari teori itu dibuat untuk kasus bahasa Bali, seperti fungsi dua pragmatik yang dibedakan menjadi nominal, topik, dan fokus, serta hubungannya dengan dua makroperan semantik, yaitu pelaku dan objek penderita. Proses morfologis bahasa Bali kuno dibandingkan dengan bahasa Bali modern untuk memahami perubahan morfologis yang terdapat di dalam bahasa Bali. Bukti yang terdapat dalam bahasa Bali kuno dan bahasa Bali modern menunjukkan bahwa beberapa afiks mengalami perubahan fungsi dan makna. Kadang-kadang afiks bahasa Bali kuno menyatu ke dalam afiks tunggal dalam bahasa Bali modern. Afiks lain di dalam bahasa Bali bergantian menduduki fungsi dan makna seperti yang dibandingkan dengan bahasa Bali modern. Afiks itu telah diganti oleh afiks lainnya yang memiliki fungsi dan makna yang sama. Perbandingan morfosintaktis secara kuantitatif juga disajikan. Data bahasa Bali kuno dan bahasa Bali modern menunjukkan tiga pola, yaitu (1) Verba konstruksi awal, (2) Pelaku-konstruksi awal, dan (3) Objek penderita konstruksi awal. Munculnya konstruksi [P VTRANS U] lebih jarang daripada konstruksi [VTRANS P U] di dalam bahasa Bali kuno dan bahasa Bali modern. Pelaku konstruksi awal telah digunakan sejak ribuan tahun yang lalu.