Judul: Jati Diri Masyarakat Kerinci dalam Sastra Lisan Kerinci

Penulis: Efrison

Subjek: Sastra Lisan

Jenis: Tesis

Tahun: 2009

Abstrak

Tesis ini bertujuan untuk mendeskripsikan jati diri masyarakat dan nilai budaya yang terdapat dalam Sastra Lisan Kerinei. Jati diri adalah suatu aspek kepribadian berupa penglihatan seseorang terhadap identitas dan eirri-eiri dirinya. Cara melihat diri sendiri ini merupakan hasil proses sosialisasi yang diterima sejak lahir. Jati diri terkait dengan status dan peranan yang dimiliki seseorang dan kelompok masyarakatnya. Berdasarkan pendapat para ahli, konsep jati diri menurut penulis adalah ide, gagasan yang menjadi sumber perilaku masyarakat ditinjau beberapa aspek yaitu aspek religi, aspek adat isitiadat, aspek bahasa, dari aspek kepribadian berupa penglihatan seseorang terhadap identitas atas ciri-ciri dirinya.

Sistem nilai budaya adalah suatu rangkaian konsepsi abstrak yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar dari warga masyarakat mengenai apa yang dianggap mempunyai makna penting, Nilai budaya daerah tentu saja bersifat partikularistik, artinya khas berlaku umum dalam wilayah budaya suku bangsa tertentu. Teori yang dipakai sebagai acuan dalam penelitian ini adalah semiotika dan sosiologi sastra. Semiotika berarti studi sistematis mengenai produksi dan interpretasi tanda, bagaimana cara kerjanya, dan apa manfaatnya terhadap kehidupan manusia. Sosiologi secara sempit dapat diartikan sebagai ilmu yang membicarakan masyarakat. Masyarakat merupakan objek dalam sosiologi yang menghasilkan suatu kebudayaan yang lahir dari tata cara kehidupan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif  Metode ini menetapkan persyaratan bahwa suatu penelitian harus dilakukan atas dasar fakta yang ada sehingga pemerian yang diberikan sesuia dengan keadaan yang sebenarnya. Sumber data dalam sbahasa Indonesia kemungkinan mempunyai intonasi yang berbeda-beda.

Secara umum, penelitian ini akan dapat mengenalkan pola intonasi kalimat bahasa Indonesia yang diucapkan oleh penutur bahasa Larnpung kepada masyarakat luas. Penelitian ini adalah penelitian yang mengkaji ujaran dari segi intonasinya. Intonasi ujaran, dalam hal ini, ditinjau dari aspek produksi, realisasi, dan persepsinya. Intonasi adalah nada ujaran. Nada merupakan fitur prosodi yang paling penting dalam intonasi. Satuan terkecil dari intonasi adalah alir nada. Alir nada-alir nada bergabung membentuk konfigurasi. Konfigurasi alir nada bergabung membentuk kontur. Dalam ujaran terdapat banyak kontur intonasi. Untuk mencapau tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan IPO dalam menganalisis data yang ada. Kegiatan menggunakan ancangan ini mencakup 3 hal, produksi ujaran, analisis akustik, dan uji persepsi. Setelah diperoleh data ujaran kemudian dianalisis ciri akustiknya. Analisis ciri akustik berupa pengukuran frekueansi dasar.

Ancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ancangan IPO (lnstitut voor Perceptie Onderzoek). Ancangan lOP (dalam 't Hart et al. 1990:66, periksa Rahyono, 2003 :9) adalah pendekatan fonetik eksperimental terhadap melodi tuturan. Pendekatan ini bersifat il1stru~ental dan ~enggunakan ana}i~is akustik diikuti ~eniF''1 analisis statistic. Pendekatan ini mempunyai titik berat pada persepsi, Tujuannya adalah untuk memperoleh reduksi data secara efektif dan juga untuk menguji bagaimana informasi pada melodi ujaran diolah oleh pendengar. Untuk menjaring data digunakan instrument berupa dialog. Dalam dialog-dialog tersebut terdapat kalimat-kaliamt yang menjadi korpus penelitian. Teks dialog yang digunakan untuk menjaring data dalam penelitian adalahjenis teks lisan tak spontan (terencana). Informan adalah orang asli Lampung yang tinggal di Bandar Lampung, berumur antara 20 sampai 30 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan minimal SMA. Informan berjumlah empat orang dan dikelompokkan menjadi dua.

Dari analisis data yang dipaparkan dalam penelitian ini, disimpulkan pola intonasi kalimat deklaratif dan interogatif dan ciri akustuk yang memarkahi pola intonasi kalimat deklaratif dan interogtif tersebut. Kedua hal tersebut dapat diterangkan sebagai berikut. Pola kalimat deklaratif yang ditemukan adalah alir nada naik (1st) pada subjek, datar pada predikat, dan objek, turun pada akhir objek, datar-naik-turun-datar keterangan; alir nada dasar pada subjek, predikat, objek, dan awal keterangan, naik -turun pada akhir keterangan, dan deklinasi garis dasar nada pada akhir keterangan; alir nada naik (2 st) pada subjek, datar pada predikat, turun pada objek, dan datar turun pada keterangan; alir nada naik (2 st) pada subjek, datar pada predikat, objek, dan awal keterangan, turun pada khir keterangan, dan deklinasi garis dasar nada. Ciri melodik pemarkah pola intonasi kalimat dekIaratif dan interogatif adalah sebagai berikut. (a) Pemarkah kalimat intonasi kalimat deklaratif adalah alir nada naik-turun pada objek, alir nada naik pada subjek, dasar pada predikat, dan turun pada objek; alir nada naik pada keterangan; garis dasar nada turun pada keterangan; alir nada naik pada subjek, mendasar pada predikat, objek, dan awal keterangan; alir nada naik pada subjek, mendasar pada predikat, objek, dan awal keterangan, dan alir nada turun pada khir keterangan; dan garis dasar nada turun pada seluruh kontur dan (b) Pemarkah pola intonasi kalimat interogatif adalah alir nada akhir turun pada keterangan; alir nada naik-turun pada keterangan, alir nada naik pada subjek, dasar pada predikat, objek,: dan awal keterangan; alir nada niak pada subjek, datar pada predikat, objek, dan awal keterangan, dan alir nada akhir tum-naik-turun pada akhir keterangan. (ALOY)