Badan Bahasa Gelar Sidang Pakar ke-30, Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia


04/03/2017 | Mabbim

Badan Bahasa Gelar Sidang Pakar ke-30, Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia

Jakarta, Badan Bahasa — Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewakili Indonesia menyelengarakan Sidang Pakar ke-30, Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (Mabbim) di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Senin, 3 April 2017. 

Dalam sambutannya, Ketua Perutusan Mabbim Indonesia, Dora Amalia mengatakan bahwa Sidang Pakar merupakan wadah para anggota komisi untuk berdiskusi dan membicarakan hal-hal yang menjadi agenda Mabbim terkait dengan komisi peristilahan, pembinaan, penerbitan, dan penelitian.

Lebih lanjut, Dora menuturkan bahwa Mabbim merupakan salah satu bentuk kerja sama yang sangat istimewa, seorang peneliti Mabbim dari Jepang, Prof. Kyoko Funada mengatakan bahwa belum pernah ada jenis kerja sama kebahasaan seperti ini di negara-negara lain, ikatan sejarah dan kesamaan budaya merupakan salah perekat yang membuat kerja sama ini dapat bertahan selama berpuluh-puluh tahun (sejak tahun 1972).

“Semua diawali dari kesadaran niat baik dari para pendahulu kita untuk membentuk suatu kerja sama antarnegara yang mempunyai kesamaan sejarah kebahasaan. Kami berharap agar apa yang sudah diupayakan oleh para pendahulu kita tersebut semakin berkembang di tangan para penerusnya, yaitu kita semua yang hadir di sini,” ujar Dora.     

Pada kesempatan yang sama, Ketua Perutusan Mabbim Brunei Darussalam, Dayang Hajah Sariyani binti Haji Ishak mengatakan bahwa dengan adanya pertemuan di sidang pakar ini, akan menyabung pertemuan sebelumnya, “Pertemuan ini bukan hanya pertemuan serumpun, tetapi didalamnya kita memegang amanah atas kepercayaan negara masing-masing untuk menyelesaikan rancangan lanjutan yang perlu kita tuntaskan. Dalam sidang pakar kali ini terdapat empat komisi yang akan bersidang untuk menindaklanjuti rencana kerja yang telah disepakati sebelumnya,” kata Dayang Hajah Sariyani.

Sementara itu, Ketua Perutusan Mabbim Malaysia, Encik Rusli bin Abdulgani mengungkapkan bahwa pertemuan ini untuk meneruskan perancangan demi memastikan bahasa Melayu dan Indonesia terus berkembang dalam dunia global dan dunia maya, “Pertemuan kita ini merupakan perkongsian ilmu, maklumat, dan pengalaman antara negara-negara anggota Mabbim, kami berharap usai ini dapat bertambah baik segala usaha yang kita laksanakan selama ini,” tutur Encik Rusli.

Tahun ini, Badan Bahasa mewakili Indonesia menjadi tuan rumah rangkaian persidangan dalam Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (Mabbim) yang terdiri atas Sidang Pakar, Seminar Kebahasaan, dan Sidang Eksekutif.

Pada Sidang Pakar ke-30 Mabbim akan dibahas masalah perencanaan dan tindak lanjut kegiatan kerja sama empat komisi yakni; komisi peristilahan, komisi penerbitan, komisi penelitian, komisi pembinaan dan komisi penelitian. Pelaksanaan tugas Sidang Pakar berdasarkan keputusan Sidang Eksekutif. Selanjutnya, hasil Sidang Pakar dilaporkan dan dibawa ke Sidang Eksekutif untuk diminta pertimbangan dan persetujuan.  (an)