Judul: Variasi Bahasa Melayu di Riau Daratan dan Riau Kepaulauan

Penulis: Hidayatul Astar

Subjek: Bahasa Melayu-Linguistik Komparatif

Jenis: Tesis

Penerbit: Jakarta: Fakukltas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia

Tahun: 2007

Abstrak

Tesis ini merupakan kajian variasi bahasa Melayu di Riau Daratan dan Riau Kepulauan. Kajian ini bersifat komparatif, membandingkan bahasa Melayu di dua wilayah Riau tersebut. Yang dibandingkan adalah perbedaan etimon dan realisasi vokal dan konsonan pada suku kata pertama dan kedua. Bahasa Melayu yang dibandingkan itu terdapat di 18 daerah pengamatan, 9 di Riau Daratan dan 9 di Riau Kepulauan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa Melayu di Riau Daratan dan di Riau Kepaulauan.

                        Penelitian terhadap variasi bahasa Melayu ini memanfaatkan kerangka berpikir yang berkaitan dengan kajian variasi bahasa (dialektologi) dan perubahan bahasa (linguistik

 historis komparatif).  Prinsip dalam dialektplogi adalah meliaht adanya perbedaan berian atau realisasi fonetis dari sebuah isolek pada sebuah glos, sedangkan dalam linguistik historis komparatif yang dilihat adalah kemiripan atau kesamaan berian dan perubahan yang terjadi dalam sebuah glos.

                        Ancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ancangan kuantitatif dan kualitatif. Ancangan kuantitatif. Dimanfaatkan untuk mengetahui tingkat kebervariasian antara bahasa Melayu di Riau Daratan dan Riau Kepulauan. Sementara itu, ancangan kualitatif digunakan untuk mengelompokkan bahasa Melayu itu atas beberapa subkelompok berdasarkan perubahan yang terjadi.

                        Bahasa Melayu di beberapa wilayah Riau, baik di RD dan di RK memperlihatkan variasi. Analisis data pada 18 daerah pengamatan, 9 di RD dan 9 di RK, menunjukkan bahwa variasi bahasa Melayu di dua wilayah Riau itu ditandai oleh perbedaan etymon, perbedaan variasi vocal dan perbedaan variasi konsonan. Dari 200 glos yang diteliti, 97 glos atau 48.50% menampilkan satu etymon dan 103 glos atau 51.50% menampilkan lebih dari satu etymon. Dari data itu dapat dikatakan bahwa glos satu etimon menyatukan bahasa Melayu di RD dan di RK. Glos yang memiliki lebih dari satu etimon, apabila dipilah berdasarkan medan makna, terdapat 16 kelompok. Glos yang memiliki satu etimon dapat dikelompokkan menjadi (1) glos yang memiliki satu berian, yaitu kanan, malam, mati, siang, dan tangan, (2) glos yang memiliki dua berian adalah makan, tanah, dan tulang, (3) glos yang memiliki tiga berian adalah abu, gigi, istri, dan tali, (4) glos yang memiliki empat berian adalah angin, bintang, hijau, hitam, dan muntah, dan seterusnya sampai 16 kelompok. Glos yang memiliki lebih dari satu berian memperlihatkan perbedaan realisasi bunyi vokal dan konsonan.  Terlihat perbedaan realisasi vocal pada suku kata kedua dan pertama. Pada suku kata kedua terlihat realisasi vokal yang berpeluncur atau vokal rangkap (diftong), sedangkan pada suku kata pertama tidak ada realisasi bunyi vokal rangkap. Tidak semua realisasi bunyi vocal itu terdapat pada setiap daerah pengamatan.

                        Realisasi bunyi vocal [a] pada suku kata pertama memperlihatkan kecenderungan dipakai di semua daerah pengamatan di RD, sedangkan di RK kecenderungannya hanya berada pada daerah pengamatan 13 (desa Dundur), daerah pengamatan 16 (desa Pulau Laut), dan daerah pengamatan 15 (desa Merawang). [AL/a]